Satgas PRR Siapkan 2 Skema Pendanaan Baru untuk Kebut Penyediaan Huntap

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menyiapkan dua usulan kebijakan guna mempercepat penyediaan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Usulan tersebut mencakup penggunaan mekanisme Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta penyesuaian besaran bantuan pembangunan huntap.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian mengatakan mekanisme DSP diusulkan untuk mendukung pembangunan huntap secara in-situ maupun ex-situ mandiri. Menurutnya, kedua skema tersebut memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi dibandingkan pembangunan huntap secara terpusat atau komunal.

"Untuk huntap in-situ dan ex-situ mandiri yang menjadi tanggung jawab BNPB, tantangannya lebih kompleks karena lokasinya tersebar. Karena itu kami mengusulkan penggunaan mekanisme Dana Siap Pakai yang lebih fleksibel," ujar Tito usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).

Ia menjelaskan, mekanisme DSP diharapkan dapat memberikan keleluasaan bagi BNPB dalam mempercepat proses pembangunan huntap di berbagai wilayah terdampak. Dengan demikian, penyintas bencana dapat segera menempati hunian yang aman, layak, dan permanen sebagai bagian dari proses pemulihan.

Selain skema pendanaan, Satgas PRR juga mengusulkan penyesuaian nilai bantuan pembangunan huntap. Saat ini bantuan sebesar Rp60 juta per unit dinilai belum lagi mencukupi untuk membangun rumah layak huni sesuai kondisi di lapangan.

Tito menjelaskan usulan tersebut mengacu pada berbagai standar biaya pembangunan rumah. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperkirakan kebutuhan pembangunan rumah layak huni mencapai sekitar Rp120 juta per unit. Sementara itu, pembangunan rumah layak huni di Aceh membutuhkan anggaran sekitar Rp96 juta per unit dan pembangunan yang dilakukan Yayasan Buddha Tzu Chi berkisar Rp75 juta per unit.

Berdasarkan perbandingan tersebut, Satgas PRR mengusulkan besaran bantuan pembangunan huntap menjadi sekitar Rp80 juta per unit agar lebih sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan sekaligus mendukung kualitas pembangunan.

Seluruh usulan tersebut akan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sekretariat Negara sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.

Rapat koordinasi itu dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.

Turut hadir Kepala BNPB Suharyanto, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat sinergi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Simak juga Video Satgas PRR: Pembangunan Huntara di Sumatera Sudah 93%




(prf/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Bakal Bentuk Pengadilan Khusus untuk Sengketa Bisnis Internasional
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bupati Kuansing Kini Tersangka: Suap Jabatan, Minta Mobil, Potong Duit Petani
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Ole Romeny Susul Justin Hubner ke Eredivisie, Striker Timnas Indonesia Selangkah Lagi Gabung Fortuna Sittard
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: Dihiasi Kartu Merah, AS Menang 2-0 Atas Bosnia
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Jadi, Ini Alasan KPK Tangkap Istri Muda Bupati Kuansing, Hmmm
• 13 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.