Polres Jaktim selidiki dugaan intimidasi pedagang di Pasar Kramat Jati

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) menyelidiki dugaan intimidasi yang dialami seorang pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati, yang diduga dilakukan oleh seorang oknum perwira polisi.

"Kami sudah mendapatkan informasi yang telah beredar dari berbagai media sosial terkait hal tersebut. Tentunya, kami akan menelusuri kebenarannya, apakah memang seperti yang disampaikan di media sosial," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi di Jakarta, Jumat.

Dia pun memastikan pihaknya melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan fakta yang sebenarnya.

Menurut Budi, proses pendalaman dilakukan dengan memeriksa seluruh pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Polisi akan meminta keterangan, baik dari pedagang maupun anggota yang bertugas di lokasi.

Dia menyebutkan anggota yang bersangkutan dengan peristiwa tersebut merupakan seorang perwira yang bertugas di kawasan Pasar Induk Kramat Jati.

"Anggota kepolisian yang bertugas di lokasi dan pedagang yang berada di lokasi akan kami minta keterangan mengenai seperti apa permasalahan yang terjadi. Anggota tersebut memang seorang perwira dan bertugas di lokasi itu," jelas Budi.

Lebih lanjut, penyidik juga meminta keterangan dari pedagang sebagai pihak yang melaporkan dugaan intimidasi. Hal ini dilakukan agar proses klarifikasi berlangsung objektif dan mendapatkan penjelasan dari kedua belah pihak.

Baca juga: Pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati diduga alami intimidasi

Polres Metro Jakarta Timur segera memproses persoalan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku apabila ditemukan adanya pelanggaran di lingkungan kepolisian.

"Kami akan melakukan pemanggilan. Apabila ada informasi lebih lanjut, kita sampaikan, semua akan diproses, dan kami meminta keterangan dari kedua belah pihak," ucap Budi.

Sebelumnya, seorang pedagang buah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengaku mendapatkan intimidasi yang diduga dilakukan oleh seorang oknum perwira polisi.

Pedagang buah bernama Sutrisno itu menceritakan awalnya ia sedang melayani pembeli sekaligus mengatur barang dagangannya yang baru diturunkan dari kendaraan untuk dimasukkan ke dalam lapak.

"Memang dagangan saya sedikit maju. Saat itu, ada penertiban, saya dipanggil oleh Kapospol. Saya bilang nanti akan saya pindahkan karena saya tidak ada anak buah dan saat itu sedang proses bongkar muat," kata Sutrisno di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat.

Dia pun mengaku sudah menyampaikan hal serupa kepada petugas bahwa barang dagangannya segera dipindahkan setelah proses pelayanan pembeli selesai.

"Tetapi saya malah dimaki-maki dan disebut ngeyel karena dianggap sudah beberapa kali ditegur," ujar Sutrisno.

Baca juga: Polisi dalami intimidasi kelompok debt collector ke pengendara Jaktim

Baca juga: Aktivitas Pasar Pramuka normal lagi usai intimidasi dan sengketa kios


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Piala Dunia 2026: Swiss ke 16 Besar usai Menang dari Aljazair 2 Gol Tanpa Balas
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Mandiri Jogja Marathon 2026 Jadi Motor Penggerak Ekonomi Yogyakarta
• 48 menit laluidxchannel.com
thumb
Spam Judol Banjiri Komentar Medsos, Ahli IT Soroti Bisnis Bot yang Terorganisasi
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Sebut IKN Tidak Cocok Jadi Pusat Finansial Internasional, Purbaya: Terlalu Sepi
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Peradi Profesional Sebut Advokat Wajib Jaga Profesionalisme dan Keadilan Objektif
• 22 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.