PT Sinarmas Asset Management (Sinarmas AM) resmi meluncurkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Sinarmas Asset Management (DPLK SAM).
IDXChannel - PT Sinarmas Asset Management (Sinarmas AM) resmi meluncurkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) dalam acara peresmian yang diselenggarakan di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Ketua Pengurus DPLK SAM Stephanus Rudi OK menjelaskan, industri dana pensiun nasional masih menghadapi tantangan rendahnya tingkat partisipasi masyarakat. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang telah melampaui 280 juta jiwa dan angkatan kerja lebih dari 150 juta orang, jumlah peserta program dana pensiun masih sangat relatif kecil dibandingkan total tenaga kerja nasional.
Sebagian besar pekerja informal dan pekerja mandiri bahkan belum memiliki program pensiun yang terencana. Padahal, pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi keuangan dan kesiapan masyarakat menghadapi masa pensiun sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
DPLK SAM memiliki target pasar Generasi Milenial dan Gen Z, yang saat ini masuk pada usia produktif sekaligus mendominasi jumlah populasi di Indonesia. Di samping jumlah populasinya yang besar, masih tergolong sedikit yang telah mengikuti program pensiun.
Hal ini dipengaruhi oleh menurunnya lapangan kerja formal saat ini yang membuat akses terhadap perlindungan di hari tua semakin sulit dijangkau
Stephanus menyebutkan, jumlah populasi Generasi Milenial dan Gen Z yang cukup besar itu akan membuat ledakan pensiun, yang diperkirakan terjadi di 2050. Sehingga, ketika belum ada perlindungan hari tua mulai dari saat ini, justru cita-cita Indonesia emas 2045 akan sulit memanfaatkan bonus demografi.
"Maka kami dari Sinarmas melihat bahwa satu panggilan ya dalam, bisnis kami untuk bisa berkontribusi kepada masyarakat Indonesia, khususnya kelompok pekerja dalam memiliki program pensiun yang baik, dan juga bisa lebih memberikan benefit bagi kelompok Milenial dan Gen Z saat ini," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Stephanus menargetkan, pada tahun pertama berdiri, DPLK SAM mampu menggaet kepesertaaan hingga 15 ribu orang dengan target dana kelolaan Rp150 miliar. Jumlah kepesertaaan ini ditarget naik 100 persen pada 2027 mendatang.
"Jadi literasi kita menggandeng ya mitra strategis kami, ada dari lembaga pendidikan perguruan tinggi, ada juga dari platform-platform yang memberikan edukasi mengenai pasar modal dan keuangan," kata dia.
DPLK SAM menyediakan produk dan layanan utama DPLK yang terdiri dari Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) untuk peserta individu (pekerja formal dan informal), Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) dan Dana Kompensasi Pasca Kerja (DKPK) untuk peserta institusi, Pembayaran Manfaat Pensiun Berkala (pensiun bulanan), dan Dana Pendidikan Anak.
Dengan setoran mulai dari Rp50 ribu per bulan, DPLK SAM membuka akses bagi pekerja formal, pekerja informal, freelancer, wirausahawan muda, hingga content creator untuk mulai membangun dana pensiun secara bertahap.
Melalui pengelolaan dana pensiun yang profesional dan berbasis prinsip kehati-hatian, DPLK SAM diharapkan dapat menjadi salah satu motor penggerak peningkatan partisipasi masyarakat dalam investasi jangka panjang sekaligus mendukung pendalaman pasar keuangan nasional.
DPLK SAM hadir dengan pendekatan yang berbeda melalui platform digital SimPensiun (https://simpensiun.com/), yang memungkinkan masyarakat melakukan pendaftaran, pemantauan dana, perubahan pilihan investasi, hingga pencairan manfaat pensiun secara online. Pendekatan digital tersebut dirancang untuk menjangkau generasi muda, khususnya Generasi Z dan generasi milenial yang mulai memasuki usia produktif.
(Dhera Arizona)





