KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya generasi muda terus meningkatkan keterampilan (skill) agar mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja yang dipicu perkembangan teknologi, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), digitalisasi, dan otomatisasi.
Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan ke depan tidak hanya menciptakan lebih banyak lapangan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja Indonesia memiliki future skills yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"Kepada generasi muda, stay relevan dan terus upgrade skill Anda karena dunia kerja masa depan mencari skill, not school," ujar Yassierli dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (3/7/2026).
Hal tersebut disampaikan Yassierli saat menghadiri Peluncuran Program XLSMART Future Ready di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: Menaker Yassierli Siap Tinjau Ulang Aturan Outsourcing
Yassierli mengapresiasi berbagai inisiatif, termasuk yang dilakukan XLSMART, dalam meningkatkan kompetensi generasi muda.
Menurutnya, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di tengah transformasi dunia kerja.
"Kami mengapresiasi semua inisiatif yang dibangun berbagai entitas bangsa. Yang terpenting, kita sama-sama peduli dan melakukan aksi nyata untuk meningkatkan kompetensi anak bangsa," ungkap Yassierli.
Ia menambahkan, perkembangan AI, internet of things (IoT), dan teknologi digital lainnya akan terus mengubah kebutuhan dunia kerja.
Baca juga: Perkembangan AI Dorong Perubahan Cara Bisnis dan Pemasaran Digital
Oleh karena itu, peningkatan keterampilan harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak ada masyarakat yang tertinggal akibat disrupsi teknologi.
"Semangat kami di Kemnaker adalah no one left behind. Jangan sampai disrupsi AI dan otomatisasi membuat anak bangsa kehilangan kesempatan karena tidak memiliki akses untuk meningkatkan keterampilannya," tegas Yassierli.
Pada kesempatan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) menandatangani kesepahaman bersama dengan XLSMART untuk memperkuat kolaborasi pelatihan vokasi melalui program Future Ready.
Kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).
Kedua balai tersebut akan dimanfaatkan sebagai lokasi pelatihan, pengembangan pelatihan berbasis kebutuhan industri, penyelenggaraan pelatihan IoT, sertifikasi kompetensi, hingga fasilitasi pemagangan, rekrutmen, dan penempatan kerja bagi peserta pelatihan.
Yassierli berharap, kolaborasi tersebut tidak berhenti pada penandatanganan kesepahaman, tetapi diwujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca juga: Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Naik Kelas agar Pekerja Tak Tertinggal AI
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




