BPP DOB Luwu Raya Laporkan Progres Perjuangan ke Ketua Umum KKLR, Matangkan Strategi Pemekaran

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO ID, JAKARTA – Badan Pekerja Pembentukan (BPP) Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya terus mengintensifkan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Setelah menuntaskan rangkaian konsolidasi bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan di Tana Luwu, tim pemekaran kini melaporkan perkembangan terbaru kepada Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPP KKLR), H. Arsyad Kasmar.

Pertemuan koordinasi berlangsung di Sekretariat BPP DOB Luwu Raya, kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (1/7). Rapat dipimpin Ketua BPP DOB Luwu Raya, H. Darwis Ismail, dan dihadiri Ketua Umum BPP KKLR H. Arsyad Kasmar, Sekretaris BPP DOB Luwu Raya Imran Nating, serta jajaran pengurus lainnya.

Ketua BPP DOB Luwu Raya, H. Darwis Ismail, menjelaskan, pertemuan tersebut menjadi bagian dari mekanisme koordinasi organisasi untuk menyampaikan capaian kerja sekaligus menyusun langkah strategis dalam mengawal proses pembentukan Provinsi Luwu Raya.

“Rapat ini kami laksanakan dalam rangka berkoordinasi dengan Ketua Umum KKLR sekaligus melaporkan progres kegiatan BPP. Kami juga memaparkan rencana-rencana ke depan yang akan dilaksanakan dalam mengawal upaya pembentukan Provinsi Luwu Raya dan Kabupaten Luwu Tengah,” ujar Darwis.

Menurutnya, pembahasan berlangsung produktif dan menghasilkan sejumlah kesepakatan yang akan menjadi pedoman perjuangan BPP DOB pada tahap berikutnya.

“Alhamdulillah, dalam rapat tersebut disepakati beberapa strategi ke depan. Insya Allah seluruh agenda yang telah dirumuskan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Darwis berharap seluruh masyarakat, khususnya Wija to Luwu, terus memberikan dukungan moral dan doa agar perjuangan pembentukan daerah otonom baru tersebut dapat terwujud.

“Kami mengharapkan dukungan dan doa seluruh masyarakat Luwu Raya. Semoga apa yang kita cita-citakan bersama menjadi kenyataan,” ucapnya.

Pertemuan di Jakarta tersebut merupakan kelanjutan dari agenda konsolidasi yang selama beberapa bulan terakhir digencarkan BPP DOB Provinsi Luwu Raya.

Sebelumnya, tim pemekaran telah melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan seluruh kepala daerah di kawasan Tana Luwu, yakni Bupati Luwu, Wali Kota Palopo, Bupati Luwu Utara, dan Bupati Luwu Timur.

Selain itu, BPP DOB juga melakukan pertemuan dengan Datu Luwu di Istana Kedatuan Luwu sebagai bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Rangkaian konsolidasi tersebut difokuskan untuk membangun kesamaan persepsi, memperkuat dukungan politik, sekaligus menyelesaikan berbagai persyaratan administratif yang menjadi kewenangan daerah dalam proses pembentukan daerah otonom baru.

Koordinator Wilayah BPP DOB Provinsi Luwu Raya, Ir. Hasbi Syamsu Ali, sebelumnya menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan agenda bersama seluruh masyarakat Tana Luwu sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen tanpa terkecuali.

Meski pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pembentukan daerah otonom baru, BPP DOB memilih tetap memperkuat konsolidasi dan melengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan.

Fokus perjuangan saat ini diarahkan pada penyempurnaan dokumen administratif, penguatan dukungan pemerintah daerah, serta membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

BPP DOB Provinsi Luwu Raya merupakan badan kerja resmi yang dibentuk bersama oleh BPP KKLR dan Kedatuan Luwu untuk mengoordinasikan seluruh tahapan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya beserta Kabupaten Luwu Tengah sebagai satu paket kebijakan pemekaran.

Kehadiran badan pekerja tersebut diharapkan mampu memastikan proses perjuangan berjalan lebih terarah, terukur, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Amankan Duit Suap Ratusan Juta dalam OTT Bupati Langkat
• 5 jam laludetik.com
thumb
Dirut Pos Indonesia Mundur, Danantara Segera Siapkan Pengganti
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Usai Dikalahkan Spanyol 3-0, Ralf Rangnick Soroti Banyak Peluang Tercipta tapi Tak Mampu Jadi Gol
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Waka DPR soal Pendapatan Ojol Tak Naik Meski Potongan Aplikasi 8%: Tarif Turun
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Chat Terakhir Siswa SMP Korban Bullying di Lumajang, Ngaku ke Kakak Dihajar dengan Brutal Gegara Hal Sepele
• 21 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.