HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA– Kelangkaan elpiji 3 kilogram (kg) di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara terjadi pada tiga pekan terakhir. Kondisi tersebut berdampak pada melonjaknya harga jual di tingkat pengecer yang mencapai Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per tabung.
Pantauan di Pasar Sentral Bolu, Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, serta Pasar Sentral Makale, Kabupaten Tana Toraja, Jumat (3/7/2026), menunjukkan pasokan elpiji bersubsidi masih sangat terbatas. Jika pun tersedia di kios-kios, harganya jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Salah seorang pedagang di Pasar Sentral Makale, Mona (42), mengaku kenaikan harga sudah berlangsung lebih dari dua pekan. “Sudah lebih dari dua minggu. Kami juga hanya pedagang kios, jadi mengambil keuntungan sedikit saja,” ujarnya.
Kelangkaan tersebut juga dirasakan para pelaku usaha kecil. Datu (51), pedagang gorengan di Pasar Sentral Bolu Rantepao, mengatakan kenaikan harga gas berdampak langsung terhadap biaya operasional usahanya.
“Gas langka dan mahal. Tidak mungkin kami memasak dengan kayu bakar di pasar. Karena itu, kami terpaksa mengurangi jumlah dagangan untuk menekan biaya operasional,” katanya.
Operasi Pasar Belum Berdampak SignifikanPemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan di Toraja Utara maupun Tana Toraja dinilai belum mampu mengatasi persoalan kelangkaan elpiji 3 kg secara signifikan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar operasi pasar elpiji bersubsidi. Namun, hingga kini langkah tersebut belum memberikan dampak nyata terhadap stabilitas harga maupun ketersediaan gas di masyarakat.
Sejumlah warga bahkan mengaku kecewa karena telah mengantre selama berjam-jam, tetapi tidak mendapatkan tabung gas.
Dalam operasi pasar tersebut, setiap pemegang Kartu Keluarga (KK) dibatasi maksimal membeli dua tabung elpiji 3 kg agar distribusi lebih merata.
HET Masih Jauh dari Harga di LapanganDi Kabupaten Toraja Utara, Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kg ditetapkan berdasarkan zonasi, yakni:
- Zona I: Rp20.500 per tabung.
- Zona II: Rp21.500 per tabung.
- Zona III: Rp22.500 per tabung.
- Zona IV: Rp24.500 per tabung.
Zona I meliputi Kecamatan Rantepao, Tallunglipu, Tondon, Sanggalangi, Kesu, Sopai, dan Tikala. Zona II mencakup Kecamatan Nanggala, Buntao, Sesean, Sesean Suloara, Sa’dan, Balusu, dan Bangkelekila.
Sementara Zona III meliputi Kecamatan Kapala Pitu, Rindingallo, dan Buntu Pepasan. Adapun Zona IV mencakup Kecamatan Rantebua, Baruppu, dan Awan Rantekarua.
Di Kabupaten Tana Toraja, HET juga dibedakan berdasarkan wilayah, yaitu:
- Zona I (Makale, Makale Utara, Makale Selatan, Sangalla Utara, Rantetayo, dan Rembon): Rp18.000.
- Zona II (Sangalla, Mengkendek, Saluputti, dan Malimbong Balepe): Rp19.000.
- Zona III (Sangalla Selatan, Kurra, dan Gandangbatu Sillanan): Rp20.000.
- Zona IV (Rano, Bonggakaradeng, Bittuang, dan Masanda): Rp22.000.
- Zona V (Mappak dan Simbuang): Rp26.000.
Meski demikian, harga di lapangan masih jauh melampaui ketentuan tersebut.
Kelangkaan MeluasKelangkaan elpiji 3 kg tidak hanya terjadi di Kota Rantepao, tetapi juga di Kota Makale dan sejumlah wilayah lainnya di Tana Toraja maupun Toraja Utara.
Alasan meningkatnya kebutuhan akibat pelaksanaan pesta adat, seperti Rambu Solo maupun Rambu Tuka, kerap disebut sebagai penyebab utama tingginya permintaan.
Namun, masyarakat menilai alasan tersebut tidak sepenuhnya menjelaskan kondisi yang terjadi, mengingat daerah yang tidak sedang menggelar kegiatan adat juga mengalami kesulitan memperoleh elpiji. (edy)





