ADRO Jamin Pinjaman Anak Usaha (KAI) US$100 Juta untuk Proyek Aluminium

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) mengumumkan transaksi afiliasi berupa pemberian jaminan kepada anak usahanya, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) dengan nilai maksimal US$100 juta. 

Pemberian jaminan ini diberikan kepada KAI yang menandatangani International Swaps and Derivatives Association (ISDA) Master Agreement and Schedule (ISDA Agreement) dalam rangka fasilitas lindung nilai (hedging) atas harga komoditas aluminium. Saat ini. KAI sedang berekspansi dan menargetkan kapasitas produksi aluminium secara penuh pada 2026.

"Sehubungan dengan rencana pelaksanaan transaksi hedging tersebut, perseroan memberikan jaminan dengan total nilai nominal sesuai dengan jumlah terutang yang perlu dibayarkan KAI sesuai dengan transaksi hedging dengan nilai maksimal sebesar US$100 juta," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga : Damai AS-Iran jadi Momentum Berkilau Saham Komoditas ADRO-ANTM Cs

Transaksi pemberian jaminan ini diberikan dalam bentuk Corporate Guarantee oleh ADRO untuk menjamin pemenuhan kewajiban pembayaran KAI berdasarkan transaksi hedging yang akan dilakukan KAI dengan suatu lembaga keuangan internasional.

Tujuan transaksi ini adalah sebagai bentuk dukungan ADRO terhadap penerapan pengelolaan risiko yang efektif untuk KAI.

Melalui pengelolaan risiko yang prudent tersebut, KAI diharapkan dapat menjaga stabilitas kinerja usahanya yang pada akhirnya memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan.

Manajemen juga menjelaskan, ADRO terus melakukan diversifikasi usaha guna menciptakan portofolio bisnis yang lebih seimbang dan menjadi kontributor penting terhadap penciptaan nilai tambah.

Dalam diversifikasi bisnis tersebut, ADRO berupaya menangkap peluang di sektor ekonomi hijau melalui transformasi bisnis, termasuk di sektor pengolahan mineral. 

"Pengembangan pengolahan mineral tersebut dilakukan oleh perseroan, salah satunya melalui KAI sebagai perusahaan ventura bersama. KAI merupakan perusahaan yang 55,26% sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh perseroan dan berfokus pada produksi ingot aluminium dari smelter aluminium yang berlokasi di kawasan industri di provinsi Kalimantan Utara," tulis perseroan.

Pada akhir 2025, KAI telah memulai pengujian dan komisioning sebagian smelter aluminium dan akan meningkatkan operasional pot secara strategis untuk mencapai kapasitas produksi penuh pada 2026. KAI juga berencana untuk mulai melaksanakan penjualan aluminium pada 2026.

Sehubungan dengan hal tersebut, transaksi hedging atas sebagian volume penjualan aluminium yang akan dilakukan oleh KAI diharapkan dapat mengurangi dampak volatilitas harga aluminium terhadap kegiatan usaha, arus kas, dan kinerja keuangan KAI.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 3 Juli 2026
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Waspada! Memijat Tulang Anak yang Patah dapat Menyebabkan Cacat
• 20 jam laluherstory.co.id
thumb
KPK Tangkap Tangan Bupati Langkat Syah Afandin
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
IHSG Lanjut Menguat, Asing Kompak Buang 10 Saham Ini
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bagaimana Parpol Menanggapi Putusan MK yang Memperkuat Pilkada Langsung?
• 12 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.