Bisnis.com, JAKARTA — Kepemilikan saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) oleh sejumlah komisaris hingga direksi terpantau mengalami perubahan, menyusul adanya Program Pemberian Saham Manajemen perusahaan berkode MEDC tersebut.
Berdasarkan laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka yang disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, kepemilikan Yani Yuhani Panigoro selaku Komisaris Utama Medco, Yaser Raimi A. Panigoro selaku komisaris, dan Roberto Lorato terpantau bertambah.
Untuk Yani, jumlah saham MEDC yang digenggamnya per 12 Juni 2026 tercatat bertambah sebanyak 1,58 juta lembar (0,01%) dari sebelumnya 11,19 juta lembar (0,04%) menjadi 12,74 juta lembar (0,05%).
Selanjutnya, kepemilikan saham MEDC oleh Yaser Raimi A Panigoro per 12 Juni 2026 bertambah 632.840 (0,01%) dari sebelumnya 3,52 juta lembar (0,01%) menjadi 4,16 juta lembar (0,02%).
Sementara itu, kepemilikan saham MEDC oleh Roberto Lorato tercatat bertambah sebanyak 9,23 juta lembar (0,03%) per 30 Juni 2026 dari sebelumnya 3,89 juta lembar (0,02%) menjadi 13,13 juta lembar (0,05%).
Bertambahnya kepemilikan Roberto di MEDC berasal dari Program Pemberian Saham Manajemen sebanyak 3,23 juta lembar dan investasi sebanyak 6 juta lembar. "Tujuan transaksi investasi [dengan] status kepemilikan langsung," demikian bunyi laporan tersebut, dikutip Jumat (3/7/2026).
Adapun, pembelian saham MEDC yang dilakukan Roberto ditetapkan pada Harga Rp1.060 dan Rp1.040 untuk masing-masing transaksi 3 juta lembar pada 25 Juni 2026 dan 30 Juni 2026.
Selanjutnya, dari jajaran direksi terdapat nama Ronald Gunawan dan Amri Siahaan yang juga mendapatkan penambahan saham dari Program Pemberian Saham Manajemen.
Adapun, kepemilikan Ronald di MEDC per 12 Juni 2026 tercatat bertambah sebanyak 2,14 juta lembar dari sebelumnya 56,20 juta lembar (0,22%) menjadi 58,34 juta lembar (0,23%).
Sementara itu, kepemilikan Amri di MEDC per 12 Juni 2026 bertambah 1,98 juta lembar dari sebelumnya 33,21 juta lembar (0,13%) menjadi 35,20 juta lembar (0,14%).
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





