Jakarta, VIVA – Timnas Indonesia dipastikan bakal kembali berhadapan dengan Vietnam di fase grup Piala AFF 2026 atau ASEAN Hyundai Cup 2026. Jelang duel panas tersebut, gelandang muda Garuda, Rayhan Hannan, mengungkap kebiasaan tim berjuluk The Golden Star Warriors yang kerap memantau langsung permainan Indonesia.
Menurut Rayhan, langkah tersebut bukan hal baru. Ia mengaku sudah merasakan langsung ketika memperkuat Timnas Indonesia U-23 di ajang Piala AFF sebelumnya.
"Kalau menurut saya pastinya bakal berbeda dari tahun 2024. Mereka juga pastinya berkembang dari sebelumnya. Dan saya rasa bukan hanya Vietnam, tapi tim-tim di Asia Tenggara sekarang semuanya sudah mulai berkembang," kata Rayhan dalam acara Water Break PSSI Pers bertajuk ASEAN Hyundai Cup 2026: Menjemput Gelar Pertama Indonesia di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.
Rayhan menilai seluruh peserta kini mengalami peningkatan kualitas sehingga Indonesia tak boleh hanya fokus kepada Vietnam.
Ia mencontohkan hasil imbang melawan Laos pada Piala AFF 2024 menjadi bukti bahwa kekuatan tim-tim Asia Tenggara semakin merata.
"Pada saat itu kita lawan Laos, kita pun seri, hasil yang kurang baik. Menurut saya tim-tim seperti Laos, Kamboja juga tidak bisa diremehkan. Dalam dua tahun tim bisa berkembang sangat jauh," ujarnya.
Meski demikian, Rayhan tetap menganggap Vietnam sebagai salah satu lawan yang patut diwaspadai. Ia mengungkapkan pelatih Vietnam memiliki kebiasaan datang langsung ke stadion untuk mengamati permainan Timnas Indonesia.
"Kenapa pelatih Vietnam bisa datang ke stadion? Yang saya tahu, pelatih senior dan tim U-23 mereka kurang lebih sama. Mereka selalu melakukan ini ketika saya AFF U-23 kemarin. Itu mungkin cara mereka mengantisipasi kita," ungkap pemain Persija Jakarta tersebut.
Namun, Rayhan menegaskan Indonesia kini tidak lagi asing menghadapi pola tersebut. Menurutnya, tim pelatih juga sudah memahami bagaimana cara mengantisipasi strategi Vietnam, termasuk di luar pertandingan.
"Pastinya saya rasa Indonesia juga sekarang tahu bagaimana mengantisipasi Vietnam," tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji juga menegaskan Vietnam masih menjadi lawan terberat Indonesia di Grup A. Menurutnya, juara bertahan tersebut bukan hanya kuat secara permainan, tetapi juga piawai memainkan perang psikologis.





