Cak Imin Kritik Pengurus NU Banyak Berpolitik, Gus Ipul: Semua Sudah Kerja dengan Baik

kompas.com
23 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode saat ini telah berusaha bekerja dengan baik.

Hal ini disampaikan Gus Ipul menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, PBNU bersih dari keterlibatan politisi dalam struktur kepengurusan organisasi.

"Jadi semua sudah berusaha bekerja dengan baik. Mudah-mudahan ya nanti sampai berakhirlah, sampai selesai," ujar Gus Ipul, saat ditemui di Pusdiklat Kesejahteraan Sosial, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026).

Baca juga: Lokasi Muktamar NU 2026 Ditentukan Pekan Depan, 5 Daerah Siap Jadi Tuan Rumah

Gus Ipul berpandangan, pilihan politik tetap diserahkan sepenuhnya kepada Nahdliyin sehingga arah dukungan tergantung pada kesadaran masing-masing.

"Bergantung saja. Bergantung saja kita dari mana. Nanti lah para pemilik suara itu yang menentukan," kata dia.

Ia pun mempersilakan siapapun, termasuk Cak Imin untuk melontarkan pandangan-pandangan menjelang Muktamar ke-35 PBNU yang bakal digelar 1-5 Agustus 2026.

"Jadi ya boleh saja setiap orang memberikan pandangan-pandangan apalagi menjelang Mukhtamar," ucapnya.

Baca juga: Gus Ipul Ungkap Ada 5 Daerah yang Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

Sebelumnya diberitakan, Cak Imin mengaku prihatin dengan kondisi PBNU saat ini dan berharap kritik yang disampaikannya dapat menjadi bahan evaluasi menjelang Muktamar.

"Ya, dari awal kita melihat begini ya, begini, ini saya ngomong jujur ya. PBNU periode ini, PBNU yang paling mundur dibanding yang lain. Oke? Itu keprihatinan semua pihak, tapi hanya Muhaimin yang berani ngomong," ujar Cak Imin di Gedung DPR RI, Senin (22/6/2026).

Menurut dia, kritik tersebut disampaikan bukan sebagai politisi, melainkan sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU) yang menginginkan adanya perbaikan dalam tubuh organisasi.

"Kenapa saya berani ngomong? Saya sebagai kader NU tidak ingin ada kemunduran di dalam pengelolaan Pengurus Besar NU," kata dia.

Baca juga: DPR Akan Minta Masukan NU, Muhammadiyah hingga Walubi soal RUU Pemilu

Cak Imin berpendapat, PBNU harus dipastikan terbebas dari keterlibatan politisi dalam struktur kepengurusannya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut dia, kader NU yang memilih berkiprah di dunia politik, sebaiknya menyalurkan aktivitas politiknya melalui partai, bukan melalui kepengurusan PBNU.

"Bertanggung jawab memperbaiki, sehingga salah satu formulanya PBNU bersih dari politisi. Politisi NU silakan masuk partai, gitu," kata Cak Imin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Resmi! Daftar Lengkap 16 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Indonesia Diwakili Dubes RI untuk Iran dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Roy Suryo Ungkap Ajukan Praperadilan Kedua, Sidang Digelar 10 Juli
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Pengadaan Gembok Lapas Diklaim Sesuai Standar, Ditjenpas: Bukan Spesifikasi Biasa
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Jerman Tawarkan Peluang Kerja bagi Tenaga Terampil Indonesia
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.