Jakarta, VIVA – PSSI resmi menunjuk David Nascimento sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-17 menggantikan Kurniawan Dwi Yulianto. Pelatih asal Portugal itu dipercaya memimpin Garuda Muda setelah Indonesia gagal melaju ke Piala Dunia U-17 2026 usai terhenti di fase grup Piala Asia U-17 2026.
Tim pelatih baru tersebut langsung bekerja menyiapkan Garuda Muda menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-17 2027. Sebagai agenda perdana, David Nascimento akan menjalani debutnya saat Timnas Indonesia U-17 melakoni dua laga uji coba melawan Malaysia di Stadion Manahan, Solo, pada 4 dan 7 Juli 2026.
"Iya, (melawan Malaysia U17) mulai (dengan) coach David (Nascimento)," kata Sumardji di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Jumat, usai menghadiri acara Water Break PSSI Pers, Jumat 3 Juli 2026.
- Abdul Aziz Masindo/VIVA.co.id
Dalam susunan tim pelatih yang baru, Nascimento akan didampingi mantan gelandang Timnas Indonesia Ahmad Bustomi sebagai asisten pelatih.
Simon Tahamata yang sebelumnya menjabat Kepala Pemandu Bakat PSSI juga ikut bergabung sebagai asisten.
Sementara posisi pelatih fisik dipercayakan kepada Muhamad Alimudin, Taufik Nur Hidayat menjadi video analis, dan Arief Priyandhi bertugas sebagai pelatih kiper.
Lantas, siapa sebenarnya David Nascimento? Pelatih asal Portugal itu ternyata memiliki pengalaman panjang di sepak bola Eropa dan pernah bekerja bersama salah satu pelatih paling berpengaruh di dunia, Louis van Gaal.
Eks Bek Liga Belanda dengan Karier PanjangDavid de Sousa Nascimento lahir di São Vicente, Tanjung Verde, pada 16 Maret 1966. Ia memiliki kewarganegaraan Portugal dan Tanjung Verde serta mengantongi lisensi UEFA Pro, lisensi kepelatihan tertinggi di Eropa.
Sebelum menjadi pelatih, Nascimento dikenal sebagai bek tengah yang cukup lama berkarier di kompetisi Belanda. Ia pernah memperkuat sejumlah klub seperti RKC Waalwijk, Roda JC Kerkrade, FC Utrecht, RBC Roosendaal, hingga Sparta Rotterdam.
Masa terbaiknya sebagai pemain datang ketika membela FC Utrecht pada periode 1994 hingga 1998. Selama empat musim, ia tampil dalam 127 pertandingan dan mencetak lima gol.
Setelah gantung sepatu, Nascimento tidak meninggalkan sepak bola. Ia langsung meniti karier sebagai pelatih dengan fokus pada pembinaan pemain muda dan pengembangan akademi.





