REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Penyerang internasional Australia, Tete Yengi, mengumumkan telah memeluk agama Islam beberapa hari sebelum tim nasional Australia menghadapi Mesir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Kabar tersebut mendapat perhatian luas dan menjadi perbincangan hangat di berbagai media sosial.
Baca Juga
Rahasia Negosiator Iran Menguras Kesabaran Lawan, bahkan Diplomat AS hingga Menangis
Konferensi Herzliya Simpulkan Israel Berada di Ambang Kehancuran Akibat Perang
Belajar dari Perang Iran, Apa yang Dipersiapkan Turki Hadapi Perang?
Dalam keterangannya yang dikutip oleh platform Qalby Studios melalui Instagram, Yengi mengungkapkan bahwa perjalanan spiritualnya menuju Islam bermula dari rasa ingin tahu yang mendorongnya mengunjungi sebuah masjid di Kota Adelaide.
Ia mengatakan bahwa tujuan awal kunjungan tersebut hanyalah untuk mengenal suasana masjid dan menyaksikan secara langsung umat Islam melaksanakan sholat.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Namun, pengalaman itu justru menjadi titik balik yang mengubah cara pandang dan perjalanan spiritualnya.
"Itu menjadi titik perubahan dalam kehidupan saya, baik secara pemikiran maupun spiritual," ungkap Yengi, dikutip dari Aljazeera, Sabtu (5/6/2026).
Yengi kemudian menceritakan bahwa di masjid tersebut ia bertemu dengan dai asal Zimbabwe, Mufti Ismail Menk, yang saat itu sedang menyampaikan khutbah Jumat.
Setelah berbincang, Mufti Menk bertanya apakah dirinya telah mengucapkan dua kalimat syahadat.