Dari Hasil Investigasi Kasus Kematian Dokter Icha, Bagian di RS Leona ini Disorot Kemenkes, Kenapa?

tvonenews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah melakukan investigasi. Hasil ini merupakan bentuk tindakan serius terhadap kasus kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha.

Ada beberapa hasil investigasi mengenai dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha. Kemenkes menyoroti temuan adanya kelemahan dalam sistem di RS Leona Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes, Yuli Farianti telah memeriksa kronologi lengkapnya. Hal itu terjadi sejak pasien datang menuju RSUD Kefamenanu hingga dirujuk ke RS Leona.

Yuli mengatakan, Dokter Icha dan para petugas langsung menangani pasien anak korban gigitan bisa ular. Kebetulan ruang IGD berada di area depan RS Leona yang membuat tiga orang diduga anggota DPRD TTU mudah masuk ke dalam.

"Dari hasil investigasi tersebut, kami memeriksa Dokter Icha karena ruang IGD itu kan ada di depan, kemudian ketiga orang tersebut langsung masuk ke dalam," ujar Yuli dalam keterangannya saat konferensi pers secara daring, Jumat (3/7/2026).

Karangan bunga atas kepergian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha, dokter bertugas jaga IGD RS Leona, TTU, NTT
Sumber :
  • tvOneNews
Pihak Keamanan RS Leona Kefamenanu Disorot Kemenkes

Lanjut Yuli, momen ini membuat Kemenkes menyoroti lemahnya sistem pengamanan di RS Leona. Pihak sekuriti atau satpam rumah sakit seharusnya langsung sigap menangani keributan di ruang IGD.

Menurut Yuli, hal tersebut merupakan bagian penting dalam sistem pengamanan rumah sakit. Ia meyakini kesigapan fungsi petugas keamanan diharapkan langsung meredam ketegangan.

"Harusnya satpam atau yang di situ itu langsung mengusir ketiga orang tersebut," katanya.

Merujuk dari Halodoc, IGD memiliki fungsi vital. Ruangan ini menjadi pintu utama rumah sakit agar memberikan pertolongan pertama selama 24 jam.

Di ruang IGD, tim medis terdiri dari dokter jaga, perawat terlatih hingga dokter spesialis selalu bersiaga penuh. Tujuannya untuk langsung merespons segala hal menyebabkan krisis kesehatan.

Biasanya fungsi IGD memprioritaskan pasien berdasarkan tingkat keparahan, seperti cedera parah, serangan jantung, stroke, kecelakaan, dan kondisi kritis mengancam nyawa.

Dirjen SDMK Kemenkes tersebut menyampaikan bahwa, IGD berfungsi sebagai ruang penyelamatan nyawa yang sifatnya terbatas. Untuk itu, tidak sembarang orang diperbolehkan masuk area itu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hyundai Indonesia Bawa IONIQ 3, Rilis Akhir Juli Ini
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Ketika Menjelang 1 Juli, Sejumlah Wilayah di Tiongkok Mendadak Dilanda Hujan Es Raksasa, Kerugian Sangat Besar
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Pertamina Bagikan Paket Bantuan Sekolah & Santunan untuk Anak-anak di Banyuwangi
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
DPRD Jabar Setuju Nama Provinsi Jawa Barat Diganti Jadi Tatar Sunda
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mayat Diduga Perempuan Ditemukan di Dalam Sumur Kebun Sengon di Probolinggo
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.