Masuk Timnas Indonesia Kini Tak Cukup Punya Skill, John Herdman Utamakan Hal Ini

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA –  Selama puluhan tahun, Timnas Indonesia selalu datang ke Piala AFF dengan harapan yang sama, mengakhiri penantian panjang mengangkat trofi juara. Namun, mimpi itu berkali-kali kandas meski skuad Garuda tak pernah kekurangan pemain bertalenta.

Pengalaman itulah yang kini menjadi bahan evaluasi Badan Tim Nasional (BTN) bersama pelatih John Herdman dalam menyusun Timnas Indonesia untuk ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF 2026. Kali ini, kemampuan mengolah bola bukan lagi satu-satunya syarat untuk mengenakan seragam Garuda.

Baca Juga :
Bukan Cuma Pemain Diaspora, Super League jadi Andalan John Herdman untuk Piala AFF 2026
Luke Vickery dan Mitchell Baker Masuk Skuad Piala AFF 2026? Sumardji Akhirnya Buka Suara

Di balik proses seleksi yang sedang berjalan, Herdman justru memberi perhatian besar pada satu aspek yang selama ini dinilai kerap menjadi pembeda di pertandingan-pertandingan penting, yakni kekuatan mental pemain.

Ketua BTN Sumardji mengatakan, pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam persiapan tim. Menurutnya, hasil evaluasi dari berbagai kegagalan Indonesia di Piala AFF menunjukkan bahwa kualitas teknik saja belum cukup untuk membawa tim menjadi juara.

"Kalau ditanya evaluasinya, dari sekian tahun kita tidak pernah bisa menjuarai, ya banyak. Salah satu evaluasi yang utama adalah bagaimana membangun karakter mental para pemain kita. Ini penting," kata Sumardji dalam forum Water Break PSSI Pers di kawasan SCBD, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.

Ia menjelaskan, John Herdman sejak awal telah menyusun program yang tidak hanya berfokus pada kualitas bermain, tetapi juga membangun fondasi mental yang kuat.

"Di awal Coach John mengkolaborasi, menyeimbangkan antara kekuatan mental, antara kekuatan fisik dan skill. Ini semua dikolaborasikan, diseimbangkan untuk bisa tercapai suatu kekuatan yang memang dasar," ujarnya.

Dengan kata lain, pemain yang memiliki kemampuan teknik tinggi belum tentu otomatis mendapat tempat apabila belum mampu memenuhi standar mental dan fisik yang diinginkan tim pelatih.

Sumardji menilai, aspek mental selama ini menjadi salah satu penyebab Indonesia kerap gagal melangkah lebih jauh di turnamen Asia Tenggara.

Karena itu, selama pemusatan latihan seluruh pemain akan dipantau secara menyeluruh. Tim pelatih akan mengevaluasi perkembangan masing-masing pemain sebelum menentukan skuad final.

"Ketika nanti anak-anak TC pasti akan bisa kita lihat. Dari tanggal 5 nanti akan kita analisa dan akan kita lihat detail individu para pemain. Semua akan kita evaluasi nanti di akhir sebelum kita menentukan entah 24, 25, atau 26 pemain," jelasnya.

Baca Juga :
Tak Harus Bergantung Pemain Eropa, Pengamat Sebut Timnas Indonesia Sudah Punya Skuad Mewah di Piala AFF 2026
Sandy Walsh Resmi Gabung Persib, Fenomena Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Super League Kian Menggila
Jelang Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Jalani TC Sebulan, PSSI: Dari 50 Pemain Akan Dipilih yang Terbaik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Pengemudi Ojol Masih Menanti Dampak Nyata Kebijakan Komisi 8 Persen
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Menhaj: Rakernas jadi ajang identifikasi kekurangan musim haji 2026
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Perkuat Ekonomi Keluarga, Pemprov Sulsel Dorong UMKM Sidrap Naik Kelas Lewat Pendampingan Terpadu
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Jadi Referensi Kepolisian, Ini Alasan Kemenkes Tak Publikasikan Hasil Investigasi Kematian dr. Icha
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Birokrasi Ramping, Beban Runcing
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.