Ketika si ”Kulit Bundar” Berputar di Meja Kasino

kompas.id
12 jam lalu
Cover Berita

Bola itu bundar. Begitulah pepatah yang kerap terlontar untuk sebuah pertandingan sepak bola dengan hasil akhir tak terduga. Memang tidak ada yang pasti ketika si kulit bundar bergulir di atas rumput lapangan hijau selama 2 kali 45 menit.

Kejutan itu salah satunya tampak dalam laga pamungkas penyisihan Grup E Piala Dunia 2026 pada Kamis (25/6/2026) waktu setempat. Jerman dipaksa bertekuk lutut dihadapan Ekuador dengan hasil akhir 1-2. Padahal, di atas kertas, ”Die Mannschaft” jauh lebih diunggulkan.

Serupa tapi tak sama, Spanyol pun harus puas dengan hasil imbang 0-0 dengan Tanjung Verde dalam penyisihan Grup H Piala Dunia 2026. Dari 23 tembakan dan 74 persen penguasaan bola oleh Spanyol selama 90 menit, tak ada satu pun gol tercipta ke dalam gawang negara berperingkat ke-67 FIFA tersebut.

Lagi-lagi, tidak ada yang tahu pasti bagaimana hasil akhir dari sebuah pertandingan. Statistik, peringkat, pemain, pelatih, dan pengalaman hanya mempertontonkan data empiris. Namun, begitu bola bergulir, terbuka segala kemungkinan yang belum pernah tercatat sebelumnya.

Sayangnya, berbagai peluang itu turut berputar di atas meja-meja kasino alias judi bola, yang kini juga hadir secara virtual. Orang-orang datang untuk mempertaruhkan keyakinannya atas kemenangan salah satu tim dalam sebuah pertandingan.

Berdasarkan analisis dari Bloomberg News, uang senilai lebih dari 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 89,31 triliun berputar di meja kasino selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Ini baru dilihat dari Polymarket dan Kalshi Inc, bursa internasional yang diatur oleh otoritas di AS pada 2026.

Baca JugaSedikitnya Rp 30 Triliun ”Hot Money” di Lantai Bursa Berisiko Geser ke Meja Judi Piala Dunia 2026

Dari perputaran itu, kiranya hanya segelintir orang yang dianggap ”menang”. Pada saat yang sama, ada kerugian yang jauh lebih sadis. Saat laga Belgia melawan Mesir, misalnya, seorang pengguna di Polymarket kehilangan hampir 9 juta dolar AS, setara Rp 160,7 miliar, hanya dalam semalam.

Bukan hanya soal hasil pertandingan ternyata, beragam aspek dalam Piala Dunia 2026 juga dipertaruhkan, antara lain mengenai siapa pemenang Sepatu Emas alias pencetak gol terbanyak. Salah satu pilihan favoritnya adalah Kylian Mappe, pemain asal Perancis.

Terbesar dalam sejarah

Seorang analis dari Bernstein memperkirakan, turnamen yang berlangsung selama sebulan ini secara keseluruhan akan menghasilkan perputaran uang sekitar 3 miliar dolar AS taruhan tambahan sehingga mendorong volume taruhan hingga 10 miliar dolar AS dari berbagai platform.

”Segala sesuatu yang kami lihat melalui Piala Dunia sejauh ini menunjukkan bahwa pasar prediksi terus berada dalam tren pertumbuhan yang agresif,” kata Chris Grove, seorang analis di Eilers & Krejcik Gaming, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Jumat (19/6/2026).

Tak mengherankan jika bursa taruhan sepak bola dalam Piala Dunia 2026 ini bahkan disebut-sebut telah memberikan dampak risiko sekaligus potensi keuntungan yang melampaui agenda pemilihan umum dan sebuah peristiwa ekonomi.

Tahun 2026 akan menjadi tahun rekor dalam perjudian.

Lembaga riset Macquarie turut memproyeksikan, perputaran dana judi bola selama Piala Dunia 2026 secara global akan menembus 50 miliar dolar AS atau setara Rp 893 triliun. Angka ini naik tajam dibandingkan saat Piala Dunia 2022 di Qatar yang mencapai 35 miliar dolar AS.

Lonjakan perputaran uang dari aktivitas judi bola itu terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah tim yang bertanding, dari 32 negara menjadi 48 negara. Artinya, akan ada 104 pertandingan selama Piala Dunia 2026, hampir dua kali lipat dari 64 pertandingan saat Piala Dunia 2022.

Ditambah lagi, jumlah penonton global juga diperkirakan meningkat seiring zona waktu yang menguntungkan di negara-negara tuan rumah, meliputi AS, Kanada, dan Meksiko. Alhasil, dalam satu pertandingan saja, sedikitnya 500 juta dolar AS atau Rp 8,93 miliar dipertaruhkan.

Sementara itu, Presiden Gaming Compliance International Ismail Vali memperkirakan, perputaran uang taruhan sepanjang hajatan Piala Dunia 2026 mampu menembus 593 miliar dolar AS, setara Rp 10.587 triliun. Ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah.

”Tahun 2026 akan menjadi tahun rekor dalam perjudian,” katanya sebagaimana dikutip dari Forbes, Kamis (18/6/2026).

Baca JugaPiala Dunia dan Ledakan Ekonomi Global

Nilai perputaran uang itu dihitung dari setiap dolar yang dipertaruhkan, dimenangi, dan dipertaruhkan kembali atau orang Amerika menyebutnya dengan handle. Adapun bandar taruhan memiliki margin kurang dari 10 persen dari total perputaran uang tersebut.

Di sisi lain, dari total uang perjudian yang berputar, sekitar 69 persen atau senilai 409 miliar dolar AS berasal dari platform taruhan tidak resmi alias ilegal. Platform ini setiap tahun diperkirakan memiliki perputaran uang sebesar 5,9 triliun dolar AS.

Dampak panjang

Di balik angka-angka yang fantastis, judi tetaplah judi. Tidak ada yang bisa memastikan uang Anda akan kembali di atas meja kasino. Selain itu, aktivitas perjudian selama Piala Dunia juga membuka celah bagi kejahatan di dunia digital.

Vali menjelaskan, akses siaran langsung (streaming) gratis menjadi salah satu pintu masuk bagi platform perjudian untuk mendapatkan ”pelanggan” baru. Bahkan, untuk pertama kali pada tahun ini, FIFA memberikan lisensi hak siar kepada perjudian ilegal.

”FIFA jelas-jelas terjun ke bisnis taruhan, dan telah tertarik selama bertahun-tahun,” kata Vali.

Dengan kata lain, ini memungkinkan orang-orang untuk menonton sekaligus bertaruh pada aplikasi yang sama. Setidaknya, di balik 85-90 persen lebih streaming ilegal acara olahraga berasal dari platform perjudian. Hubungan gelap ini bahkan sudah terjalin sejak 2020.

Lebih daripada itu, sebagian besar siaran ilegal juga mengandung malware, spyware, dan pencatatan ketikan. Di balik itu, terdapat pula proses latar belakang yang meliputi penambangan Bitcoin ilegal, penyimpanan materi pelecehan seksual anak, dan segudang hal lain yang tak ingin diketahui.

Dengan kata lain, tak ada yang gratis di dunia ini. Alih-alih menghemat uang dengan menonton pertandingan melalui platform streaming gratis, tindak tersebut justru berisiko membuka celah bagi kejahatan digital. ”Jika Anda tidak membayar untuk suatu produk, Andalah produknya,” imbuh Vali.

Selain itu, Direktur Nasional Stop Predatory Gambling Les Bernal turut memperingatkan dampak negatif dari perjudian selama pertandingan Piala Dunia. Dampak terbesarnya terutama akan dialami kaum muda laki-laki.

Model bisnis operator perjudian olahraga komersial sepenuhnya bergantung pada orang-orang yang telah diubah menjadi candu, sebuah kecanduan yang menyebabkan korban bunuh diri dengan tingkat yang tak tertandingi oleh yang lain.

Ia menyebut, sebanyak 99 dari 100 penjudi olahraga akan mengalami kerugian dalam jangka panjang. Sebab, berjudi akan membuat mereka mengalami kesulitan keuangan dan bahkan menderita akibat utang yang bertambah.

”Model bisnis operator perjudian olahraga komersial sepenuhnya bergantung pada orang-orang yang telah diubah menjadi candu, sebuah kecanduan yang menyebabkan korban bunuh diri dengan tingkat yang tak tertandingi oleh yang lain,” tuturnya dikutip dari BBC, Rabu (10/6/2026).

Deposit meningkat

Indonesia pun tak luput dari tren peningkatan aktivitas perjudian selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Hal ini, antara lain, terindikasi dari pengamatan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terhadap transaksi deposit.

Berdasarkan data terakhir PPATK pada triwulan I-2026, total nilai deposit perjudian daring tercatat Rp 10,6 triliun. Sebelumnya, jumlah deposit perjudian daring mencapai puncaknya pada periode 2024 sebesar Rp 51,3 triliun, kemudian turun pada 2025 menjadi Rp 36 triliun.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyampaikan, dari riwayat aktivitas transaksi, deposit judi daring atau judi online (judol) cenderung meningkat, terutama pada akhir pekan dan melonjak selama periode turnamen besar sepak bola. Umumnya, metode deposit yang digunakan melalui transaksi QRIS.

”Pola transaksi taruhan sepak bola cenderung lebih besar dari segi rata-rata per transaksi jika dibandingkan dengan deposit judol pada website permainan judi yang umum (kasino),” ujarnya saat dihubungi pada Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan, hasil deposit dari transaksi deposit melalui QRIS tersebut akan ditampung dalam rekening bank nomine alias atas nama pihak lain. Adapun rekening tersebut umumnya diperoleh dari hasil jual beli.

Bahkan, saat ini, para pelaku kejahatan judi daring cenderung tidak lagi menggunakan rekening dorman atau rekening yang tidak aktif sebagai penampung dana deposit, tetapi rekening bank yang baru dibuka.

”PPATK berkoordinasi aktif dengan jajaran kepolisian untuk mengantisipasi lonjakan transaksi judol pada saat gelaran turnamen besar sepak bola. Hasil analisis disampaikan secara proaktif kepada kepolisian untuk memberikan informasi dari pengembangan perkara perjudian olahraga,” tutur Ivan.

Orang yang tadinya main di judi slot juga akan bermain di judi bola online. Akses ke website-nya pun gampang dan jaringannya luas. Bukan seperti website judi online spot yang berbasiskan region, tapi ini global.

Sementara itu, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menambahkan, dengan gambaran data judi daring yang saat ini sangat besar, pergelaran Piala Eunia 2026 juga meningkatkan aktivitas perjudian di Indonesia.

Apalagi, informasi mengenai judi bola sudah banyak bertebaran secara digital, bahkan sebelum Piala Dunia dimulai. Ditambah lagi, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penggemar sepak bola yang cukup besar.

”Orang yang tadinya main di judi slot juga akan bermain di judi bola online. Akses ke website-nya pun gampang dan jaringannya luas. Bukan seperti website judi online spot yang berbasiskan region, tapi ini global,” ujarnya.

Menurut dia, naiknya aktivitas perjudian selama Piala Dunia 2026 ini akan berdampak buruk terhadap ekonomi, baik individu maupun nasional. Dana yang seharusnya bisa menggerakkan ekonomi riil di masyarakat justru berakhir di meja-meja kasino virtual.

Akibatnya, perputaran uang di sektor riil akan melemah. Uang-uang yang seharusnya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari di warung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), katakanlah, justru dinikmati oleh bandar-bandar judi bola global.

”Sangat disayangkan sebenarnya, ada ekonomi riil yang hilang, selain esensi sepak bola yang berpotensi ditunggangi judi bola,” kata Nailul.

Baca JugaSindikat Judi Online Hayam Wuruk Kelola 145 Situs, Deposit Tembus Rp 13,9 Triliun


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tarif Listrik PLN per kWh 4-11 Juli 2026 untuk Semua Golongan Subsidi dan Non Subsidi
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Respons KPK soal Menhut Raja Juli Dapat Amplop dari Bupati Kuansing Sebelum OTT
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Robi Darwis Ungkap Alasan Memilih Bergabung dengan Arema FC untuk Musim 2026/2027
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Luka Modric Sindir VAR yang Rugikan Kroasia, Sebut Portugal Harusnya Tak Dapat Penalti
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK: Uang Amplop untuk Menhut dari Sisa Hasil Usaha KUD
• 5 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.