DUBAI - Jenazah Ayatollah Ali Khamenei disemayamkan di sebuah aula besar di Teheran pada Jumat 3 Juli 2026. Para ulama, pejabat, tokoh asing, dan pelayat lainnya memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Pemimpin Tertinggi Iran yang tewas akibat serangan bom Amerika Serikat dan Israel.
Iran menggelar rangkaian pemakaman massal selama sepekan untuk Khamenei, yang mengakhiri 37 tahun kepemimpinannya setelah tewas dalam serangan udara pada Februari. Melansir Reuters, prosesi tersebut menjadi wujud penghormatan publik kepada negara teokratis Republik Islam dan semangat revolusionernya.
Momen Kritis bagi Republik Islam
Peti jenazah Khamenei dibuka pada Kamis 2 Juli malam di hadapan kerumunan pendukung yang menangis, bergoyang, dan memukul kepala mengikuti irama ratapan. Bunga-bunga juga dilemparkan dari peti jenazah ke arah kerumunan.
Pada Jumat, peti jenazah Khamenei serta anggota keluarganya yang turut tewas dalam serangan tersebut disemayamkan di aula doa besar yang dibangun untuk menghormati pendahulunya, Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Pemakaman ini berlangsung pada momen yang sangat penting bagi Iran. Para penguasa ulama yang didukung Korps Garda Revolusi Islam tengah berada di puncak kepercayaan diri setelah berhasil bertahan dari apa yang mereka anggap sebagai perang eksistensial melawan musuh terbesar dan terkuat mereka.




