Grid.ID - Pendaki berbobot 140 kg mendadak dievakuasi dari Gunung Gede. Ia mengaku lututnya mati rasa saat tiba di pos 3.
Video evakuasi seorang pendaki berbobot sekitar 140 kilogram di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat, viral di media sosial.
Berikut kronologi pendaki berbobot 140 kg dievakuasi dari Gunung Gede. Ia mengaku lututnya mati rasa saat tiba di pos 3 sampai video evakuasi viral di sosial media.
Dalam video yang beredar, Dalam video yang beredar, pendaki tersebut tampak sempat digendong sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan tandu oleh sejumlah relawan.
Berdasarkan keterangan yang menyertai unggahan itu, insiden terjadi di Jalur Putri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Pendaki tersebut dilaporkan mengalami masalah pada bagian kaki saat melakukan pendakian sehingga tidak sanggup melanjutkan perjalanan menuju puncak.
Relawan dari organisasi Alam Terbuka (Alter), Aliyudin, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pendaki diduga mengalami kram pada kaki yang menyebabkan lututnya tidak lagi kuat menopang berat badan, sehingga proses evakuasi pun harus dilakukan.
"Kejadiannya pada Minggu lalu. Awalnya, tim mereka berjumlah tiga orang naik via Jalur Putri. Namun, baru sampai Pos 3, salah satu tidak bisa lanjut, lututnya diduga tidak bisa menopang berat badan, sudah mati rasa," ujar Ali, dikutip dari Kompas.com.
Menurut Ali, proses evakuasi berlangsung sekitar tujuh jam karena medan pendakian yang terjal serta bobot tubuh korban yang diperkirakan mencapai 140 kilogram.
"Pada awal evakuasi, kita coba gendong. Namun, karena personel kewalahan, akhirnya kita putuskan menandu korban dengan enam orang," katanya.
Ali mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut pertama kali terungkap setelah salah satu teman pendaki turun dari jalur pendakian untuk mencari bantuan.
Usai menerima informasi tersebut, tim relawan segera menuju lokasi guna melakukan penilaian kondisi di lapangan sebelum memulai proses evakuasi terhadap pendaki yang mengalami kendala.
"Evakuasi dimulai pukul 15.00 WIB dan korban berhasil diturunkan sekitar pukul sembilan malam," ujarnya.
"Kondisinya aman, hanya memang mengalami kelelahan karena sempat bermalam di Pos 3 sebelum dievakuasi," imbuhnya.
TNGGP Mengaku Belum Menerima Informasi
Di sisi lain, Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Agus Deni, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum memperoleh laporan dari petugas yang bertugas di lapangan terkait insiden tersebut.
"Maaf kang, tidak ada informasi terkait kejadian tersebut dari petugas lapangan," ujar Deni melalui pesan singkat, dikutip dari TribunnewsBogor.com. (*)
Artikel Asli




