Saat Bazar Fashion Jenama Lokal Merambah Negeri Blok M

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Fenomena Negeri Blok M, sebutan kawasan episentrum gaya hidup kawula muda, telah menciptakan pangsa pasar tersendiri. Lokasi ini identik dengan tempat nongkrong, spot fotogenik, antrean di kafe atau resto, dan kerap menjadi viral di media sosial oleh para pemengaruh. Bisnis kuliner dan fashion-lah yang meraup pundi cuan dari komunitas muda ini. Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan penyelenggara ajang bazar bagi pelaku bisnis fashion lokal Glamlocal menggelar acara di tempat ini.

Project Manager Glamlocal Ditto Avelino mengatakan pemilihan lokasi Blok M yang baru pertama kali ini didasarkan pada keinginan untuk menggaet segmen kalangan muda. ”Kami mau ngelihat traffic power-nya itu seperti apa, makanya kami mengandalkan Pasaraya,” ujarnya.

Di tengah kondisi ekonomi yang sedang kurang fit seperti sekarang, ternyata respons pasar cukup positif. ”So far bisa dibilang cukup bagus. Enggak beda jauh sama mal-mal yang memang sebelumnya kita pernah hadiri,” tambahnya.

Konsep dasar Glamlocal adalah sebagai wadah dan ruang temu jenama lokal dengan para pembeli yang menginginkan pertemuan fisik. Para peserta adalah pedagang yang hanya mengandalkan pasar daring. Bazar ini akan memberikan kesempatan bagi pembeli yang ingin berinteraksi langsung dengan para penjual.

Bazar Glamlocal di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan. (KOMPAS/RIZA FATHONI)

Konsep dasar Glamlocal adalah sebagai wadah dan ruang temu jenama lokal dengan para pembeli yang menginginkan pertemuan fisik. (KOMPAS/RIZA FATHONI)

Penilihan lokasi yang baru pertama kalinya ini di Blok M didasarkan pada keinginan untuk menggaet segmen kalangan muda. (KOMPAS/RIZA FATHONI)

Glamlocal di Pasaraya Blok M ini diikuti oleh 124 peserta UKM yang membawa 132 jenama fesyen meliputi produk baju, tas, sepatu, asesoris, perawatan kulit dan kecantikan, kosmetik, parfum dan delapan peserta kuliner. (KOMPAS/RIZA FATHONI)

Antre di Eskalator (KOMPAS/RIZA FATHONI)

Memilih pakaian (KOMPAS/RIZA FATHONI)

Pada gelaran kali ini yang mengambil momentum pertengahan tahun, bazar berlangsung hingga 5 Juli 2026. Glamlocal diikuti oleh 124 peserta UKM yang membawa 132 jenama fashion. Produknya meliputi baju, tas, sepatu, aksesori, perawatan kulit dan kecantikan, kosmetik, parfum, dan delapan peserta kuliner.

Gelaran ini menempati Pasaraya Blok M, sebuah mal yang berdiri sejak 1974 dan menjadi ikon fashion di era 1990-an. Kini properti ritel itu kembali ramai seiring hidupnya kawasan Blok M. Bazar itu digelar di lantai mezanin. Pengunjung dapat naik ke lantai mezanin dengan beberapa eskalator yang salah satunya diberi nuansa gapura, seolah siap menyambut para penggila belanja.

Memasuki lokasi bazar, suasana ramai oleh pengunjung yang lalu lalang, mengerumuni sebagian stan pedagang, memilih baju, mencoba sepatu, dan memotret barang. Setiap sudut ruang dipenuhi interaksi hangat antara peserta dan pembeli. Pembeli yang didominasi kaum hawa dengan teliti meraba tekstur kain, hingga pemilik jenama sesekali turun tangan merapikan displai dengan senyum lelah namun puas.

Bazar ini tak hanya menarik minat warga Jakarta. Seorang pembeli asal Karawang, Jawa Barat, menelusuri area bazar dengan membawa koper troli seraya menjelaskan bahwa barang yang dibeli untuk keperluannya sendiri.

Baca JugaDayungan Viking di Piala Dunia

Sebagian pedagang mengaku senang dengan lokasi ini karena relatif lebih luas dibandingkan tempat penyelenggaraan sebelumnya. Pengunjung pun tak harus berdesakan saat menelusuri stan demi stan dan berhenti di salah satu jenama. Bagi ibu-ibu yang lelah berkeliling dan berbelanja, stan pijat siap melayani mereka.

Meski secara umum pengunjung ramai, memang tak seluruh stan merasakan animo belanja para peserta. Sebagian besar stan merasakan arus pembelian yang tinggi, sementara sisanya masih ada yang harus menyapa pengunjung, ”Boleh, silakan mampir,” kata pedagang ke calon pembeli seperti layaknya di pasar grosir.

Jenama yang ambil bagian rata-rata telah memiliki akun media sosial yang sudah diikuti oleh para pembeli potensialnya. Harga yang ditawarkan dalam bazar ini mereka usahakan lebih murah dibandingkan penjualan melalui platform daring.

Hal inilah yang menjadi magnet pengundang para pembeli untuk datang, melihat langsung, memilih barang, dan memutuskan untuk membeli. Potongan harga yang diberikan bervariasi, mulai dari 20 hingga 70 persen. Ada pula yang memberikan ekstra-diskon pada jam tertentu seperti pukul 15.00 hingga 17.00 WIB di salah satu stan penjual baju busana muslim.

Selain itu, banyak juga calon pembeli yang tidak bisa berada di lokasi dan mengandalkan para jastiper (jasa titip personal shopper). Para jastiper terlihat sibuk mengunggah foto-foto item barang dari jenama fashion ke berbagai platform digital mereka, sembari membawa tentengan tas-tas besar yang berisi belanjaan pelanggan.

Adrian Azwar Sugian (34), jastiper asal Tangerang, telah mendatangi semua penyelenggaraan Glamlocal dari tahun 2025, selain bazar-bazar lain seperti perlengkapan ibu dan bayi. Selama empat tahun terakhir, Adrian telah menjadikan jastiper sebagai profesi. Dalam setahun ia bisa mendatangi sekitar 20 momen bazar atau rata-rata satu hingga dua event per bulan di sekitar kawasan Jabodetabek.

Sekali kedatangan, ia biasanya melayani 100 hingga 150 pesanan per hari dan menetapkan biaya Rp 15.000 hingga Rp 20.000, tergantung seberapa sulit usaha yang diperlukan saat berbelanja. Jika harus antre panjang atau berebut barang, pelanggan akan dikenai pilihan harga atas. Pelanggan rata-rata sudah memiliki pilihan item barang beserta ukurannya yang spesifik.

Pada kesempatan tersebut, ia baru mendapat 70 pesanan dalam sehari dan optimistis akan meningkat saat akhir pekan pada kunjungan berikutnya. ”Jastiper masih menjanjikan karena harga promo mereka (pedagang) saat online masih belum semurah pas offline kayak bazar Glamlocal ini,” ucap Adrian.

Adrian tetap bersemangat mengejar target pembeli terbanyak (top spender) yang memperebutkan hadiah tabungan senilai Rp 13 juta untuk peringkat pertama, Rp 10 juta bagi peringkat kedua, dan Rp 8 juta untuk peringka ketiga. Bazar ini tak dimungkiri telah menjadi medium penggairah pasar yang lesu di tengah kenaikan harga berbagai kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga”Fashion Statement” Naomi Osaka di Lapangan Tenis

Baca JugaSeragam Baru, Langkah Baru ke Sekolah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pilot WN Amerika Tewas Ditembak KKB, Ada Luka Terbuka di Pipi Kiri
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Naomi Osaka Cetak Sejarah Pribadi dengan Lolos ke Babak Keempat Wimbledon untuk Pertama Kali
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Prediksi Meksiko Vs Inggris di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Petir Menggelegar, Suporter Bergemuruh
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Bupati Langkat Juga Diduga Terima Gratifikasi dari Pengangkatan Camat, Kepsek hingga Proyek Seragam Sekolah
• 15 jam lalukompas.com
thumb
PLN Sambungkan Listrik ke 22.676 Pelanggan Baru di Madura, Jadi Sinyal Geliat Ekonomi
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.