Kapal latih layar andalan TNI Angkatan Laut, KRI Bima Suci, resmi berlabuh di Manila, Filipina. Kehadiran kapal legendaris tersebut merupakan bagian dari misi diplomasi maritim Indonesia untuk mempererat hubungan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.
Pelayaran diplomasi ini menjadi simbol penting bagi penguatan hubungan persahabatan serta peningkatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Filipina. Kedatangan kapal disambut dengan upacara penyambutan yang sangat meriah setibanya di Pelabuhan Manila.
Manila menjadi titik krusial karena menandai tahap akhir dari rangkaian misi pelayaran regional jalur internasional yang panjang. Komandan Kodiklatal, Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, menyampaikan bahwa KRI Bima Suci membawa 77 kadet beserta seluruh awak kapal dalam misi kali ini.
Baca Juga :
Kunjungi Indonesia, PM India Siapkan Sejumlah MoU Strategis Lintas Sektor
Sebelum tiba di Filipina, misi pelatihan dan diplomasi ini telah menempuh perjalanan jauh melintasi berbagai negara. Rute dimulai dari Jakarta, lalu menuju Singapura, Vietnam, Korea Selatan, Rusia, hingga Jepang.
"Ini merupakan tahap terakhir dari pelayaran, jadi mulai dari Jakarta, kemudian ke Singapura, Vietnam, kemudian Korea Selatan, Rusia, kemudian Jepang, dan terakhir ada di sekarang ini bersama-sama kita berada di Manila,” ujar Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu, 4 Juli 2026.
Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila menegaskan posisi strategis KRI Bima Suci sebagai "Duta Besar Terapung." Sejak diresmikan pada 2017, kapal andalan ini menjalankan misi tahunan yang mengombinasikan pelatihan pelayaran bagi kadet, pertukaran kebudayaan, serta fungsi diplomasi Angkatan Laut.
Hubungan maritim antara Indonesia dan Filipina terus menunjukkan meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selain kegiatan patroli laut bersama yang rutin dilakukan, kerja sama di sektor industri pertahanan juga semakin solid. Salah satu buktinya adalah peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT PAL yang telah memasok sejumlah kapal perang untuk memperkuat armada Angkatan Laut Filipina.




