Washington: Presiden Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat menunda sementara proses negosiasi dengan Iran untuk menghormati rangkaian prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat berpidato dalam perayaan 250 tahun Hari Kemerdekaan Amerika Serikat (America 250) di Mount Rushmore, South Dakota, pada Jumat kemarin.
"Mereka sebenarnya sangat ingin mencapai penyelesaian, tapi kita memberi mereka waktu satu minggu untuk prosesi pemakaman, karena kita adalah negara yang baik," kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 4 Juli 2026.
Dalam pidatonya, Trump juga menyoroti kekuatan militer Amerika Serikat. Ia mengatakan negaranya memiliki militer terkuat di dunia dan mengklaim telah memenangkan dua perang dunia.
Trump turut menyinggung konflik terbaru yang melibatkan Amerika Serikat. "Kita telah berhasil mengalahkan Venezuela dalam satu hari, dan kita juga menghantam Iran dengan sangat keras," ujarnya.
Selain isu luar negeri, Trump memuji pencapaian Amerika Serikat menjelang peringatan 250 tahun kemerdekaan. Ia menyebut negaranya sebagai republik tertua, masyarakat paling bebas, serta memiliki konstitusi yang paling kuat dan bertahan lama.
Trump juga mengklaim Amerika Serikat telah memberikan kontribusi terbesar dalam kegiatan amal, pengentasan kelaparan, penanganan penyakit, dan peningkatan kesejahteraan umat manusia.
Dalam bagian lain pidatonya, Trump memperingatkan adanya ancaman ideologi komunis di dalam negeri. Menurutnya, paham tersebut kembali menguat, termasuk melalui sebagian pendatang baru yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Amerika Serikat.
"Komunisme adalah ancaman mematikan bagi kebebasan Amerika," katanya.
Trump juga menyinggung agenda politik domestik menjelang pemilu paruh waktu. Ia mengatakan Partai Republik hanya akan kalah apabila membiarkan dirinya kalah, seraya menyerukan pengesahan Save America Act dan penghapusan aturan filibuster di Senat.
Baca juga: Delegasi Puluhan Negara Terus Berdatangan ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei




