Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Kapal-kapal Diminta Tak Mendekati Kawasan

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda antara Lampung dan Banten, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Jumat (3/7/2026).

Badan Geologi memberi peringatan kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda diminta untuk waspada.

"Peringatan Navigasi! Hari ini pada tanggal 3 Juli 2026, seluruh kapal yang melintas di perairan Selat Sunda agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kapal dilarang mendekati kawasan dalam radius 305 mile dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau sesuai rekomendasi PVMBG selama status Level III (siaga) masih berlaku," bunyi peringatan tersebut. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan peningkatan status tersebut didasarkan pada hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan kenaikan signifikan aktivitas gunung api tersebut.

Data pengamatan memperlihatkan peningkatan jumlah gempa vulkanik, perubahan deformasi tubuh gunung, serta aktivitas permukaan yang mengindikasikan adanya suplai magma menuju bagian dangkal.

"Peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya suplai magma ke permukaan, sehingga masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius yang telah direkomendasikan," kata Lana Saria.

Selain itu hasil pemantauan tiltmeter di sejumlah stasiun pengamatan, kata dia,  juga menunjukkan kecenderungan inflasi yang menandakan akumulasi tekanan di dalam tubuh gunung api.

Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, nelayan, dan wisatawan, untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer dari kawah aktif guna menghindari potensi bahaya erupsi maupun lontaran material pijar.

Masyarakat di sekitar pesisir Selat Sunda juga diminta tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta petugas pemantau gunung api.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah diminta menyiapkan langkah mitigasi dan memperkuat koordinasi apabila terjadi peningkatan aktivitas lebih lanjut.

Badan Geologi menegaskan pemantauan Gunung Anak Krakatau dilakukan secara intensif selama 24 jam dengan memanfaatkan jaringan seismik, deformasi, dan pengamatan visual untuk memastikan perkembangan aktivitas vulkanik dapat terdeteksi secara dini.(ant)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bogor Jadi Daerah dengan Pemain Judol Terbanyak, Ini Reaksi Bupati
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Pelaku Penyerangan Terhadap Polisi di Katingan Berhasil Ditangkap
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Dewan Transportasi Jakarta Usulkan Mikrotrans Tak Lagi Gratis
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Prambanan Jazz Festival Usung Konsep Baru
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Diproduseri Satrio Alexa, Agushafi Rilis Single Tunggu Apa Lagi
• 47 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.