Wamendagri Ribka Kecam Insiden Pembakaran Pesawat AMA

liputan6.com
19 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan duka cita mendalam sekaligus mengecam insiden pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) yang menewaskan pilot Nicholas F. Goselin di Lapangan Terbang (Lapter) Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

“Saya selaku Wakil Menteri Dalam Negeri menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum kapten pilot serta keluarga besar maskapai AMA yang saat ini tengah berduka atas peristiwa penembakan pilot di Kabupaten Yahukimo,” ujar Ribka usai menghadiri Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 di Yogyakarta, Kamis (2/7/2026).

Advertisement

BACA JUGA: Wamendagri Ingatkan Kepala Daerah Jaga Integritas Hadapi Tantangan

Ribka menilai, peristiwa tersebut tidak hanya merenggut nyawa seorang pilot yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan, tetapi juga berpotensi mengganggu layanan penerbangan perintis yang menjadi akses utama masyarakat di wilayah terpencil Papua.

Menurutnya, terganggunya layanan tersebut akan berdampak langsung terhadap akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas perekonomian.

“Tidak ada cara lain untuk membangun Papua selain menghadirkan pelayanan bagi masyarakat di daerah-daerah pinggiran. Karena itu, setiap tindakan harus mempertimbangkan hajat hidup orang banyak. Jangan sampai masyarakat, terutama anak-anak Papua yang tinggal di daerah-daerah terpencil, justru menjadi pihak yang dirugikan,” tegasnya.

Ribka meminta Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Kabupaten Yahukimo, seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta aparat keamanan segera mengusut insiden tersebut secara tuntas. Ia juga meminta aparat keamanan segera melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

Menurut Ribka, maskapai PT AMA bersama maskapai penerbangan perintis lainnya telah berjasa melayani masyarakat di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau. Di tengah tantangan geografis, keterbatasan infrastruktur, dan situasi keamanan, para pilot tetap menjalankan tugas demi memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap berbagai layanan dasar.

“Kalau pesawat-pesawat perintis yang melayani masyarakat di daerah paling terpencil ini sudah tidak ada lagi, siapa yang akan datang melayani mereka?” ujarnya.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Masha and the Bear Diprotes di Inggris, Studio Bantah Jadi Alat Propaganda
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Line Up dan Link Streaming Kolombia Vs Ghana: Duel Sengit Diaz dan Semenyo
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Pendeteksi Tsunami Berteknologi HF Radar Dipasang di Pesisir Pariaman Sumbar
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bakso Aci Putar Uang Rp2 Miliar per Akhir Pekan, Diusulkan jadi Warisan Budaya Tak Benda Garut
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Info OTT di Langkat dan Kuansing Diduga Bocor, KPK Bakal Evaluasi
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.