Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo mengatakan, pencarian dua remaja yang hilang saat mendaki Gunung Bismo, Wonosobo, Jawa Tengah belum membuahkan hasil di hari keempat pencarian. Ia menyebut, tim relawan gabungan mulai mengerahkan anjing pelacak.
"Masih proses pencarian BPBD, Polres dan relawan pakai anjing pelacak. Belum ketemu," ujar Kepala BPBD Wonosobo Sumekto Hendro kepada kumparan, Sabtu (4/7).
Ia mengatakan, kondisi geografis Gunung Bismo yang curam dan memiliki banyak punggungan bukit menjadi tantangan bagi tim pencarian.
"Lokasi banyak yang curam, hutan masih alami. Banyak punggungan, dan komunikasi ponsel susah," jelas dia.
Ia menjelaskan, kedua remaja bernama Arifin Nurohmat dan Yufaidin warga Desa Krinjing, Watumalang, Wonosobo ini mendaki sejak 30 Juni 2026. Mereka berangkat tanpa izin orang tua.
"Pada tanggal 30 Juni 2026 keluar rumah izin sama keluarga untuk bermain tanpa jelas tujuannya. Diduga dua anak bermain di area hutan sekitar pukul 13.00 WIB," kata dia.
Kedua remaja ini, hanya membawa bekal berisi roti, sosis, wafer, tumbler dan parang. Keduanya terakhir kali terlihat mengenakan kaus hitam dan celana pendek.
Keduanya telah dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Bismo sejak 1 Juli 2026.
Relawan BPBD Kecamatan Watumalang, Bangun, mengatakan kedua anak yang diduga masih duduk di bangku SMP itu mendaki melalui basecamp Rejosari Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo.
"Kalau awal berangkatnya tanggal 30 Juni 2026 tapi di tanggal 1 Juli yang bersangkutan belum pulang hingga hari ini," ujar Bangun kepada kumparan, Jumat (3/7).




