Asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin masih mengganggu aktivitas warga di RT 14 Kelurahan Rajeg, Desa Tanjakan Mekar, Kabupaten Tangerang, Banten. Sejumlah warga mengeluhkan gangguan kesehatan seperti sesak napas, mata perih, tenggorokan sakit, hingga pusing akibat paparan asap yang telah berlangsung selama beberapa hari.
Lokasi permukiman warga berada sekitar 100 meter dari TPA Jatiwaringin dan hanya dipisahkan oleh sebidang lahan. Meski pemerintah telah menyiapkan posko pengungsian di Kantor Desa Tanjakan Mekar, sebagian warga memilih tetap bertahan di rumah pada siang hari.
Fitri, salah seorang warga, mengatakan dirinya bersama keluarga mengungsi pada malam hari. Namun pada siang hari mereka kembali ke rumah untuk mengurus berbagai keperluan.
"Kita kalau malam ngungsi ke posko di Balai Desa Tanjakan Mekar. Cuma kalau siang namanya kita ada rumah, jadi beberes rumah dulu, nanti malam ke pengungsian lagi," ujarnya dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 4 Juli 2026.
Ia mengaku asap tebal sangat mengganggu kondisi kesehatannya.
"Iya sangat mengganggu, tenggorokan sakit, pandangan mulai buram karena asapnya tebal banget," kata Fitri.
Keluhan serupa disampaikan Olis yang tetap bertahan di rumah karena harus berjualan sayur.
"Mengungsi kalau malam doang, kalau siang enggak. Kan saya jualan sayuran, kasihan ibu-ibu kalau enggak jualan," ujarnya.
Selama empat hari terakhir, Olis mengaku mengalami mata perih, tenggorokan sakit, dan sering pusing akibat asap kebakaran.
Baca Juga :
Tembus Bara Api di Balik Gunungan Sampah, TPA Jatiwaringin Mulai Diinjeksi Air"Sesak napas, batuk, kepala pusing, tenggorokan sakit. Saya kan darah tinggi, kemarin diperiksa darah tinggi, kaget, panik," katanya.
Sarwiti memilih tetap berada di rumah pada siang hari karena harus mengurus anak dan menyiapkan kebutuhan keluarga sebelum malam hari kembali ke lokasi pengungsian.
Ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada warga yang tinggal di sekitar TPA Jatiwaringin.
"Harapannya ke depan pengen yang lebih baik aja, pengen diperhatiin baunya, apanya masyarakat yang di dekat sini," ujarnya.
Sementara itu, pemerintah desa telah mengimbau warga terdampak untuk mengungsi ke lokasi yang telah disediakan agar kondisi kesehatan mereka lebih terjaga selama kebakaran TPA Jatiwaringin masih berlangsung.



