Strategi Mandiri Utama Finance (MUF) Genjot Pembiayaan EV Tahun Ini

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan multifinance PT Mandiri Utama Finance (MUF) memperkirakan penyaluran pembiayaan di segmen kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) masih menjadi salah satu motor penggerak kinerja perseroan.

Plt. Direktur Utama MUF, Dapot Parasian Sukoco Sinaga mengatakan di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan, kemudahan akses pembiayaan menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong pertumbuhan pasar EV, selain kesiapan infrastruktur pengisian daya dan perkembangan teknologi.

Selain itu, dia juga menyebut pembiayaan yang kompetitif menjadi salah satu kunci untuk mempercepat penetrasi kendaraan listrik di pasar domestik.

"Percepatan adopsi kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk, tetapi juga dukungan pembiayaan yang terjangkau dan mudah diakses. MUF berupaya menjadi bagian dari ekosistem tersebut melalui solusi pembiayaan yang kompetitif," ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).

Saat ini, strategi yang dilakukan oleh MUF adalah menggenjot program Coffee & Drive.

Hal ini dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk merasakan langsung pengalaman mengendarai kendaraan listrik juga penting untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kepercayaan terhadap teknologi EV yang kini semakin berkembang.

Baca Juga

  • Pembiayaan Alat Berat Multifinance Capai Rp47,04 Triliun per April 2026, Papua Barat Tumbuh Paling Pesat
  • Pembiayaan Motor Multifinance Sentuh Rp113,07 Triliun pada April 2026

Tidak hanya itu, untuk menarik minat konsumen, MUF menawarkan berbagai program pembiayaan kendaraan listrik dan hybrid, termasuk suku bunga mulai 1,99% melalui pengajuan Livin' Auto. Tersedia pula sejumlah insentif seperti biaya administrasi Rp1, potongan biaya administrasi hingga 50%, voucher belanja, serta perlindungan asuransi tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga.

Per Maret 2026, perseroan membukukan pertumbuhan piutang pembiayaan dua digit atau sebesar 15,8% secara tahunan. Menurut Dapot, kendati ekonomi pada awal 2026 masih cukup menantang bagi industri multifinance, terutama terkait daya beli dan kehati-hatian konsumen.

Dia optimistis masih mencatatkan permintaan pembiayaan yang tetap terjaga, termasuk permintaan di segmen kendaraan listrik yang makin meningkat.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance kembali melambat menjadi 0,61% (year on year/YoY), dengan nilai Rp 514,09 triliun per Maret 2026. Sementara itu, tingkat NPF gross multifinance justru meningkat jadi 2,83% per Maret 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Digelar 9 Agustus, erafone Run Makassar 2026 Target 3.000 Peserta
• 1 jam laluterkini.id
thumb
Ciri Kepribadian Langka Orang yang Jarang Pegang HP
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
Polda Metro Beri Pendampingan Psikologis ke 3 Karyawan Disekap di Jakpus
• 5 jam laludetik.com
thumb
Penguatan Program Pengelolaan Sampah Pesisir Berbasis Komunitas di Gresik
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
6 Keunikan Belajar di Program Computer Science BINUS International
• 5 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.