Liputan6.com, Jakarta - PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkuat pengelolaan sampah pesisir berbasis komunitas melalui program Waste for Waste, yaitu sebuah sistem pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular yang mendorong pemanfaatan kembali limbah agar bernilai ekonomi.
Menurut Senior Vice President Geoengineering and Environmental PT Freeport Indonesia Ardhin Yuniar, program itu dirancang untuk membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat sehingga aksi bersih lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Advertisement
"Melalui Waste for Waste kami ingin membangun sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir sehingga sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi menjadi sumber daya yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Ardhin pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Pantai Kemukem, Desa Kramat, Kecamatan Bungah, Gresik, Jawa Timur, melansir Antara, Jumat 3 Juli 2026.
Bupati Gresik Fandi Akhamad Yani menyambut baik rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diadakan PTFI karena menyatukan aksi bersih pantai, penanaman mangrove, dan edukasi lingkungan sebagai langkah konkret menghadapi dampak perubahan iklim.
"Perubahan iklim harus dibarengi dengan aksi nyata seperti penanaman mangrove untuk mengamankan wilayah pesisir utara. Sinergi semacam ini patut senantiasa dikokohkan," ucap Yani.




