Givaudan Indonesia Bangun Pabrik Perisa, Berpeluang Serap Ratusan Tenaga Kerja

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan perisa dan wewangian asal Swiss, Givaudan, memperkirakan fasilitas produksi yang baru saja diresmikan di Cikarang, Jawa Barat, dapat menyerap ratusan tenaga kerja hingga beberapa tahun ke depan.

Chief Executive Officer Givaudan Christian Stammkoetter mengatakan, Indonesia merupakan salah satu pasar terpenting bagi perusahaan setelah hampir enam dekade beroperasi di Tanah Air.

Menurutnya, pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional masih menawarkan peluang yang besar sehingga perusahaan memutuskan untuk terus menambah investasi.

"Indonesia adalah salah satu pasar utama bagi kami. Kami percaya pada kekuatan Indonesia sekaligus posisinya sebagai hub Asia Tenggara. Karena itu kami terus berinvestasi di sini," ujarnya kepada Bisnis usai peresmian fasilitas baru Givaudan di Cikarang, Jumat (3/7/2026).

Adapun fasilitas baru Givaudan dengan nilai investasi mencapai CHF50 juta atau sekitar Rp1,1 triliun itu dibangun di atas lahan seluas 50.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 24.000 meter persegi. P

ada tahap awal, investasi tersebut menciptakan sekitar 60 lapangan kerja dengan potensi ekspansi tenaga kerja hingga ratusan orang pada tahap berikutnya.

Baca Juga

  • Givaudan Bangun Pabrik Perisa Baru Senilai Rp1,1 Triliun di Cikarang
  • PMI Manufaktur Anjlok Lagi, Kemnaker Antisipasi Gelombang PHK
  • Manufaktur Loyo, Industri Mesin & Logam Berharap Percepatan Proyek Pemerintah

Christian menjelaskan, fasilitas baru di Cikarang akan memproduksi perisa bubuk untuk berbagai kategori makanan dan minuman, mulai dari produk gurih, manis hingga camilan. Pabrik itu juga dirancang untuk mendukung ekspansi kapasitas produksi dalam jangka panjang.

Dia menilai permintaan terhadap produk perisa di Indonesia masih sangat kuat seiring berkembangnya industri makanan dan minuman. Selain didorong konsumsi, tren produk yang lebih sehat juga membuka peluang baru bagi perusahaan.

Menurutnya, produsen makanan kini semakin banyak mengembangkan produk dengan kandungan gula dan garam yang lebih rendah tanpa mengorbankan cita rasa. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap solusi perisa yang lebih inovatif.

"Kami melihat permintaan yang sangat kuat dari pelanggan lokal di seluruh kategori. Industri makanan berkembang cepat dan konsumen juga semakin mencari produk yang lebih sehat tetapi tetap memiliki rasa yang enak," ujarnya.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik, Christian mengakui tantangan pada rantai pasok masih terjadi. Namun, perusahaan berupaya meminimalkan dampak tersebut dengan memperbesar penggunaan bahan baku lokal. 

Menurutnya, strategi tersebut tidak hanya menjaga keberlanjutan pasokan, tetapi juga meningkatkan nilai tambah komoditas lokal yang kemudian diekspor ke berbagai negara.

Selain memperluas kapasitas produksi, pabrik baru Givaudan di Cikarang juga dilengkapi teknologi ramah lingkungan seperti panel surya, sistem pemanenan air hujan, penggunaan listrik hijau, serta sistem pengelolaan energi dan air yang lebih efisien.

President Taste & Wellbeing Givaudan Antoine Khalil menyebut, industri makanan dan minuman di Asia Tenggara terus menunjukkan perkembangan pesat, ditopang oleh kekayaan cita rasa lokal serta adopsi teknologi yang semakin luas.

Oleh karena itu, peningkatan kapasitas produksi di Indonesia diharapkan dapat mendukung pelanggan dalam menghadirkan inovasi produk yang sesuai dengan preferensi konsumen. "Melalui perluasan kapabilitas kami, kami ingin mendukung pelanggan dalam menghadirkan pengalaman menikmati makanan dan inovasi yang berbeda serta digemari oleh konsumen," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BP Tapera Gandeng GOTO, Driver Gojek Bisa Beli Rumah Subsidi DP 0 Persen
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Berita Populer: Bedah Keunggulan Jetour T1; Honda Soal Pasar Domestik Terkini
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
OTT Langkat dan Kuansing Diduga Bocor, Ini Respons KPK
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Kronologi OTT Bupati Langkat, Endus Pergerakan KPK hingga Temuan Uang di Jok Mobil
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Bank Mandiri Taspen Siapkan Ekosistem Lansia, Ajak Masyarakat Rencanakan Pensiun di Usia 40 Tahun
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.