Jayapura (ANTARA) - Perusahaan Umum (Perum) BULOG memastikan penyerapan gabah petani di Papua Selatan berjalan optimal sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan swasembada pangan nasional sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi petani di kawasan sentra pangan baru tersebut.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan pers di Jayapura, Sabtu, mengatakan BULOG hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan petani dalam menjaga keseimbangan produksi dan penyerapan hasil panen, sehingga tidak terjadi kelebihan pasokan di tingkat petani.
“BULOG berkomitmen menjadi mitra strategis petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Setiap peningkatan produksi harus diikuti dengan kepastian penyerapan agar petani memperoleh harga yang layak dan kepastian pasar,” katanya.
Rizal mengatakan, BULOG bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan, khususnya di Kabupaten Merauke.
"Oleh sebab itu penguatan sistem penyerapan gabah juga akan didukung dengan pembangunan infrastruktur pascapanen, termasuk gudang penyimpanan di Merauke dengan kapasitas awal sekitar 3.000 ton yang dapat ditingkatkan hingga 5.000 ton," ujarnya.
Dia menjelaskan fasilitas tersebut juga akan dilengkapi dengan dryer dan unit pengolahan beras untuk menjaga kualitas gabah petani serta mengurangi potensi kehilangan hasil panen.
“Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kami ingin memastikan rantai pasok pangan berjalan lebih efisien dari hulu hingga hilir,” katanya lagi.
Dia menambahkan, pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi beras nasional, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui sistem pertanian yang lebih modern dan terintegrasi.
"Kami saat ini terus mendorong percepatan pengembangan kawasan cetak sawah dan optimalisasi lahan di Papua Selatan sebagai bagian dari upaya menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu lumbung pangan nasional di masa depan," ujarnya.
Sebelumnya, telah dilakukan gerakan tanam padi serentak yang dipimpin Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di lokasi cetak sawah Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7).
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangan pers di Jayapura, Sabtu, mengatakan BULOG hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan petani dalam menjaga keseimbangan produksi dan penyerapan hasil panen, sehingga tidak terjadi kelebihan pasokan di tingkat petani.
“BULOG berkomitmen menjadi mitra strategis petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Setiap peningkatan produksi harus diikuti dengan kepastian penyerapan agar petani memperoleh harga yang layak dan kepastian pasar,” katanya.
Rizal mengatakan, BULOG bersama Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan, khususnya di Kabupaten Merauke.
"Oleh sebab itu penguatan sistem penyerapan gabah juga akan didukung dengan pembangunan infrastruktur pascapanen, termasuk gudang penyimpanan di Merauke dengan kapasitas awal sekitar 3.000 ton yang dapat ditingkatkan hingga 5.000 ton," ujarnya.
Dia menjelaskan fasilitas tersebut juga akan dilengkapi dengan dryer dan unit pengolahan beras untuk menjaga kualitas gabah petani serta mengurangi potensi kehilangan hasil panen.
“Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, kami ingin memastikan rantai pasok pangan berjalan lebih efisien dari hulu hingga hilir,” katanya lagi.
Dia menambahkan, pengembangan kawasan pangan di Papua Selatan diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi beras nasional, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui sistem pertanian yang lebih modern dan terintegrasi.
"Kami saat ini terus mendorong percepatan pengembangan kawasan cetak sawah dan optimalisasi lahan di Papua Selatan sebagai bagian dari upaya menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu lumbung pangan nasional di masa depan," ujarnya.
Sebelumnya, telah dilakukan gerakan tanam padi serentak yang dipimpin Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di lokasi cetak sawah Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7).





