Minta Tambah Kuota Sekolah Rakyat, Pramono Bakal Prioritaskan Anak Jalanan

detik.com
13 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta agar penambahan kuota Sekolah Rakyat di Jakarta diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga paling rentan, seperti anak jalanan, pengamen, hingga mereka yang berasal dari keluarga broken home.

Pramono mengaku terkesan setelah mengunjungi Sekolah Rakyat di Jakarta Selatan yang merupakan program gagasan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sekolah tersebut menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

"Jakarta, saya langsung memutuskan untuk minta tambah 1.000 siswa. Kami akan menyiapkan boarding school-nya, nanti pendidikan pembelajarannya dibantu oleh pemerintah pusat," kata Pramono saat menghadiri peluncuran buku Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (4/7/2026).

Saat ini, kuota untuk DKI Jakarta adalah 1.000 siswa. Dengan rencana tambahan tersebut, kuota Sekolah Rakyat di Jakarta nantinya menjadi 2.000 siswa. Pramono menegaskan, kuota tambahan harus benar-benar diberikan kepada anak-anak dari lapisan masyarakat paling bawah.

Baca juga: Pramono Anung Siap Sediakan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat di Jakarta

"Saya minta yang 1.000 ini betul-betul dari keluarga terbawah. Keluarga broken home, anak-anak putus sekolah, dan anak-anak yang sebagian besar-seperti yang saya lihat sendiri kemarin-bekerja di jalanan, pengamen, dan sebagainya," lanjutnya.

Pramono mengaku terkejut melihat perubahan para siswa Sekolah Rakyat. Menurutnya, banyak siswa yang kini mampu berbahasa Inggris, Arab, hingga Mandarin.

"Yang saya kaget, mereka benar-benar bisa bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa China. Wajah mereka pun terlihat berubah, dan itulah menurut saya simbol Marhaenisme," ungkapnya.

Ia juga mengaku sempat menitikkan air mata saat melihat langsung aktivitas para siswa. Baginya, Sekolah Rakyat merupakan gambaran nyata upaya mengangkat derajat masyarakat dari kelompok paling bawah melalui pendidikan.

"Terus terang, kemarin ketika saya melihat Sekolah Rakyat-nya Pak Prabowo, saya menangis. Karena itulah yang saya mimpikan," ucapnya.




(bel/aik)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korban Meninggal Gempa Venezuela Capai 2.645 Orang
• 20 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Dorong hasil pertanian, Pemprov Sulsel bangun irigasi Rp120 M di Luwu
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Jakarta Kreatif Festival 2026 Suguhkan Pameran UMKM, Musik, Film, hingga Olahraga
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Bukan Prancis atau Argentina Tim Terganas di Piala Dunia 2026, Cek Stastiknya!
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Perwakilan Negara-Negara Beri Penghormatan Terakhir kepada Ali Khamenei
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.