Kemendikdasmen Apresiasi Peran Swasta dalam Penguatan Budaya Menulis Guru

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengapresiasi peran sektor swasta dalam mendukung peningkatan kompetensi guru melalui penguatan budaya menulis sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan.

Kemitraan Dinilai Perkuat Ekosistem Pendidikan

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani menilai inisiatif sektor swasta menjadi contoh nyata kontribusi media massa dalam meningkatkan kapasitas guru sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan.

Menurutnya, Komunitas Guru Menulis merupakan langkah maju yang melengkapi berbagai upaya penguatan kapasitas guru.

Nunuk mengatakan, “Komunitas Guru Menulis ini adalah langkah maju yang melengkapi berbagai upaya penguatan kapasitas guru. Saya melihat ini sebagai bentuk konkret bahwa media massa dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik, bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga penggerak perubahan.”

Kemendikdasmen menegaskan peningkatan mutu pendidikan memerlukan kolaborasi lintas sektor melalui semangat Partisipasi Semesta yang melibatkan media massa, dunia usaha, organisasi profesi, dan masyarakat.

Ia mengatakan, “Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah selalu membuka pintu seluas-luasnya bagi kolaborasi semacam ini. Kami percaya bahwa transformasi pendidikan tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah.”

Budaya Menulis Dinilai Tingkatkan Kompetensi Guru

Kemendikdasmen menilai kemampuan menulis merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu terus dikembangkan oleh guru sebagai bagian dari proses pembelajaran sepanjang hayat.

Melalui kegiatan menulis, guru dapat mendokumentasikan pengalaman mengajar, memperkuat kemampuan berpikir kritis, serta menyusun gagasan secara sistematis.

Nunuk mengatakan, “Guru yang baik adalah guru yang terus belajar, dan menulis adalah salah satu cara belajar yang paling efektif. Ketika seorang guru menulis, ia dipaksa untuk berpikir lebih jernih, menyusun gagasan secara runtut, dan menguji pemahamannya sendiri atas materi yang ia ajarkan.”

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyambut baik lahirnya Komunitas Guru Menulis sebagai ruang bagi guru untuk berbagi inovasi pembelajaran yang lahir dari pengalaman di kelas.

Ia menilai pengalaman guru tetap memiliki nilai yang tidak tergantikan meskipun kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) terus berkembang.

Aries mengatakan, “AI tidak bisa berdiri di dalam kelas dan menghadapi beragam karakter murid. Itu yang dimiliki para guru.”

Ia juga menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur, “Guru yang mengajar akan dikenang oleh muridnya, guru yang menulis akan dikenang oleh peradaban.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akan Hadapi Gugatan Hak Asuh Anak dari Ruben Onsu, Pihak Sarwendah Ungkap Kesiapan Ini
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Gurun Taklimakan Si Laut Kematian Panen 976 Ton Gandum, Ilmuwan China Bikin Dunia Tercengang
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Program Speling Banyumas, Warga Antusias Periksa Kesehatan Gratis
• 11 menit laludetik.com
thumb
Penguatan Daya Saing Industri Dinilai Kunci Perluasan Lapangan Kerja
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Paraguay vs Prancis: Deschamps Dihantui Deja Vu dan Kisah Sarung Tangan Rp898 Ribu
• 21 menit laluharianfajar
Berhasil disimpan.