Paraguay vs Prancis: Deschamps Dihantui Deja Vu dan Kisah Sarung Tangan Rp898 Ribu

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Paraguay kembali berdiri di hadapan Prancis pada fase gugur Piala Dunia. Didier Deschamps dihantui deja vu duel yang hampir menggagalkan negaranya. Di sisi lain, tersimpan kisah menyentuh dari kiper Paraguay dan sarung tangan seharga Rp898 ribu. Akankah sejarah kembali berulang, atau Prancis akhirnya melaju tanpa drama?

Prancis akan menghadapi Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Lincoln Financial Field, Philadelphia, dini hari nanti. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 04.00 WIB (05.00 Wita) dan disiarkan langsung melalui TVRI Nasional serta TVRI Sport.

Laga ini bukan sekadar perebutan tiket ke perempat final. Bagi pelatih Prancis Didier Deschamps, duel melawan Paraguay membangkitkan kenangan yang masih membekas sejak Piala Dunia 1998.

Saat itu, Deschamps masih mengenakan ban kapten Les Bleus. Prancis dipaksa bekerja keras sebelum akhirnya menyingkirkan Paraguay lewat golden goal Laurent Blanc pada menit ke-114 babak tambahan di Stade Felix-Bollaert, Lens.

Deschamps menilai pertandingan kali ini berpotensi menghadirkan skenario yang tak jauh berbeda. Kepercayaan dirinya muncul bukan tanpa alasan, mengingat Paraguay baru saja menciptakan kejutan dengan menyingkirkan Jerman melalui adu penalti pada babak 32 besar.

Mengutip RMC Sport, Deschamps mengaku sudah mencermati perkembangan permainan Paraguay sejak awal turnamen.

“Aku mengamatinya dan aku pikir itu bukan kebetulan. Paraguay sudah menunjukkan ancaman bagi kami,” ucap Didi, sapaan akrab Didier Deschamps.

Paraguay Masih Mengusung Karakter Lama

Menurut Deschamps, identitas permainan Paraguay nyaris tidak berubah dibandingkan tim yang pernah dihadapinya pada 1998.

Los Guaranies dinilai tetap mengandalkan organisasi pertahanan yang disiplin, permainan fisik, serta serangan balik cepat yang berbahaya ketika lawan lengah.

“Mereka tim yang khas Amerika Latin, yang kuat dalam duel, dan sangat gigih. Tidak ada tim yang lolos ke 16 besar Piala Dunia karena kebetulan,” tutur Deschamps.

Di kubu Paraguay, rasa percaya diri juga sedang berada di titik tertinggi. Gelandang serang Julio Enciso yakin kemenangan atas Jerman menjadi modal penting menghadapi salah satu favorit juara.

Pemain yang diplot sebagai false nine tersebut menegaskan Paraguay sama sekali tidak gentar menghadapi Prancis.

“Kami tidak takut dengan siapa pun. Jika Jerman bisa kami lewati, kami pun bisa melakukannya melawan Prancis,” kata Enciso kepada ABC.

Orlando Gill Mengejar Jejak Chilavert

Selain Enciso, perhatian juga tertuju kepada penjaga gawang Orlando Gill yang tampil luar biasa sepanjang turnamen.

Penampilan Gill mulai dibandingkan dengan legenda Paraguay, Jose Luis Chilavert, yang menjadi ikon tim nasional pada Piala Dunia 1998 dan 2002.

Sepanjang dua edisi tersebut, Chilavert mencatat tujuh penampilan, dua clean sheet, tujuh kebobolan, serta total 26 penyelamatan.

Gill kini sudah membukukan 19 penyelamatan. Menghadapi lini depan Prancis yang dihuni sejumlah penyerang berbahaya, peluang untuk menyamai bahkan melampaui rekor Chilavert terbuka lebar.

Kiper berusia 26 tahun yang membela San Lorenzo itu bertekad memberikan seluruh kemampuannya demi membawa Paraguay melangkah lebih jauh. “Aku akan melakukan segalanya di Piala Dunia,” ujar Gill kepada Diario AS.

Gill juga ingin membuktikan bahwa kualitas seorang penjaga gawang tidak diukur dari banyaknya ucapan, melainkan penampilan di lapangan. Pernyataan itu sekaligus menjadi jawaban atas kritik yang sempat dilontarkan Chilavert.

Cerita Emosional

Ada cerita emosional di balik penampilan gemilang Gill saat menyingkirkan Jerman.

Dalam drama adu penalti, ia menggagalkan dua tendangan Kai Havertz dan Nick Woltemade menggunakan sarung tangan cadangan yang nilainya hanya sekitar USD50 atau setara Rp898 ribu.

Sarung tangan utama miliknya sudah lama dilepas melalui proses lelang demi membiayai pengobatan putranya, Lautaro Daniel, yang sempat menjalani perjuangan berat pada September 2025.

Bukan hanya sarung tangan, Gill bahkan rela menjual jersey pertandingan hingga sepatu bola favoritnya agar kebutuhan keluarganya dapat terpenuhi.

“Dia sudah menjual semuanya. Bahkan, dia sama sekali tidak memikirkan barang yang harusnya dia simpan sebagai kenang-kenangan. Anak kami berjuang untuk hidupnya dan ayahnya selalu berada di sisinya,” ungkap sang istri, Melissa Avalos, melalui Instagram.

Kini, dengan sarung tangan sederhana yang pernah menjadi pilihan cadangan, Gill kembali menjadi harapan Paraguay untuk menghadirkan kejutan berikutnya saat menghadapi Prancis.

Prediksi Susunan Pemain

Paraguay (4-4-2):
Gill; Caceres, Gustavo Gomez, Canale, Alonso; Almiron, Cubas, Diego Gomez, Galarza; Enciso, Avalos.

Pelatih: Gustavo Alfaro.

Prancis (4-3-3):
Maignan; Kounde, Upamecano, Saliba, Digne; Tchouameni, Rabiot; Dembele, Olise, Barcola; Mbappe.

Pelatih: Didier Deschamps.

Wasit: Ilgiz Tantashev (Kanada)
Stadion: Lincoln Financial Field, Philadelphia
Siaran langsung: TVRI/TVRI Sport, pukul 04.00 WIB/05.00 Wita


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disabilitas di Kendari Diperkosa Tetangga sampai Hamil dan Keguguran
• 41 menit lalukumparan.com
thumb
Imigrasi Bogor Hadirkan Layanan MEDISA, Warga Bisa Bikin Paspor di Hari Sabtu
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Muswil ICMI Jatim 2026 Dorong Intelektual Kembali Jadi Penjaga Akal Sehat Bangsa
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Fadli Zon Dorong Penguatan Ruang Seni Berbasis Masyarakat saat Kunjungi NuArt Sculpture Park
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Dini Hari, Bupati Langkat Syah Afandin Keluar Gedung KPK Pakai Rompi Tahanan
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.