Fakta-fakta Pemakaman Khamenei yang Akan Dihadiri Jutaan Pelayat

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Iran telah memulai masa berkabung nasional dan serangkaian prosesi pemakaman bagi mantan Pemimpin Tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi ini digelar lebih dari empat bulan setelah Khamenei tewas dalam serangan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Pihak berwenang Iran menyebut momentum ini sebagai "pemakaman abad ini".

Jenazah mantan Pemimpin Tertinggi tersebut dijadwalkan disemayamkan di Mosalla Agung Teheran mulai Jumat (03/07), sebelum nantinya dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada Kamis (09/07) pekan depan. Sementara itu, upacara pemakaman resmi kenegaraan bakal digelar di Teheran pada Sabtu (04/07).

Otoritas Iran memperkirakan perhelatan ini akan dihadiri oleh 12 hingga 20 juta pelayat. Skala persiapan yang dilakukan pun disebut-sebut belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah upacara kenegaraan di Iran, yang meliputi penyediaan ribuan posko pelayanan peziarah (mawkib), fasilitas akomodasi yang mampu menampung lebih dari satu juta pengunjung, serta pengalihan rute di pusat kota Teheran yang dirancang khusus untuk mengendalikan kepadatan massa.

Guna memastikan kelancaran seluruh rangkaian acara, Korps Mohammad Rasulollah yang berbasis di Teheran, unit provinsi utama di bawah Korps Garda Revolusi Islam, diterjunkan langsung untuk memimpin jalannya operasi pengamanan tersebut.

MEHROtoritas Iran mengadopsi slogan "Kita harus bangkit" sebagai slogan resmi pemakaman tersebut.

Daftar tokoh politik, agama, dan keamanan yang bertolak ke Teheran diperkirakan bakal menjadi salah satu aspek yang paling disoroti. Sejumlah pengamat menilai, absennya tokoh-tokoh tertentu justru bisa menjadi indikator yang sama pentingnya dengan figur-figur yang datang.

Pihak berwenang menyatakan bahwa tokoh publik dari puluhan negara dipastikan hadir, termasuk jajaran presiden, perdana menteri, ketua parlemen, hingga menteri. Selain itu, sekitar 800 jurnalis asing diperkirakan akan meliput langsung jalannya acara tersebut.

Untuk agenda ini, otoritas Iran telah menetapkan slogan "Kita harus bangkit," sebagai semboyan resmi pemakaman, yang disandingkan dengan simbol kepalan tangan.

HAMSHAHRIKomandan Korps Mohammad Rasulollah, Hassan Hassanzadeh, mengatakan peti jenazah Khamenei akan ditempatkan di atas panggung yang ditinggikan.

Rangkaian upacara selama tujuh hari tersebut resmi dimulai pada Jumat di Mosalla Agung Teheran, di mana para pelayat diberikan kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir hingga Minggu sore.

Peti mati Khamenei ditempatkan di atas platform yang ditinggikan, dengan alur pergerakan massa yang telah dirancang sedemikian rupa agar para pelayat dapat masuk dan keluar area dalam waktu 15 hingga 20 saja.

Getty ImagesJenazah Khamenei akan dibawa ke Najaf, Irak.

Pada hari Selasa, rangkaian acara akan bergeser ke Qom, wilayah yang terletak tepat di selatan Teheran. Di kota ini, seorang ulama senior Syiah akan memimpin salat jenazah di Jamkaran, salah satu situs keagamaan paling terkemuka dan simbolis di Iran.

Selanjutnya pada hari Rabu, jenazah Khamenei akan dibawa ke Najaf, Irak. Setelah prosesi di makam Imam Ali, yang merupakan imam pertama dalam ajaran Islam Syiah, rangkaian upacara akan berlanjut ke Karbala, sebelum akhirnya jenazah dipulangkan kembali ke Iran.

Para pejabat Iran menyatakan bahwa agenda di Irak tersebut dilakukan guna memenuhi permintaan dari berbagai kelompok di Irak.

Sementara itu, sejumlah analis menilai langkah ini dilakukan untuk menegaskan kembali pengaruh besar Khamenei di dunia Muslim Syiah, sekaligus memperlihatkan kedekatan hubungan keagamaan dan politik Iran di kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang sempat berkunjung ke Bagdad untuk mengoordinasikan persiapan ini, turut menyampaikan pesan mengenai "arti penting simbolis" dari prosesi pemakaman tersebut.

Baca juga:

  • Ayatollah Ali Khamenei wafat, siapa penerusnya dan apa yang mungkin terjadi selanjutnya?
  • Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei, wafat dalam serangan AS dan Israel

Pada hari Kamis, Khamenei akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, tepatnya di Kompleks Makam Imam Reza. Situs ini merupakan mausoleum imam kedelapan dalam tradisi Islam Syiah sekaligus pusat ziarah paling penting di Iran yang menarik jutaan pengunjung setiap tahunnya.

Masa berkabung nasional ini akan terus berlangsung di seluruh penjuru negeri selama 40 hari, dengan serangkaian acara peringatan yang direncanakan bakal digelar hingga satu tahun kematiannya.

Prosesi pemakaman Khamenei ini sendiri berlangsung di tengah situasi Republik Islam Iran yang sedang menghadapi berbagai tantangan politik dan sosial yang signifikan.

Getty ImagesSebagian pihak memandang rangkaian upacara tersebut sebagai kesempatan bagi negara Iran untuk menampilkan persatuan.

Sejumlah analis menilai bahwa pemakaman para pemimpin dalam sistem politik ideologis kerap membawa misi politik sekaligus keagamaan.

Sebagian pihak melihat rangkaian upacara ini sebagai momentum bagi pemerintah Iran untuk menunjukkan persatuan dan memperkuat narasi politiknya. Prosesi ini juga dinilai dapat memainkan peran simbolis dalam konsolidasi tatanan pasca-Khamenei, serta menggalang dukungan bagi putranya yang menjadi penerus, Mojtaba.

Namun, pengamat lain mengingatkan, mobilisasi massa dalam skala besar sekalipun tidak akan serta-merta mampu menyelesaikan perpecahan politik dan sosial yang lebih mendalam di negara tersebut.

Di tengah matangnya persiapan upacara, beberapa pertanyaan krusial masih belum terjawab. Salah satunya, mengenai kehadiran Mojtaba dan saudara-saudaranya dalam pemakaman ayah mereka.

Putra-putra Khamenei diketahui belum pernah lagi terlihat di hadapan publik sejak "Perang 12 Hari" tahun lalu. Selain itu, simpang siur mengenai kondisi kesehatan Mojtaba masih terus bergulir, menyusul laporan bahwa beberapa anggota keluargatermasuk istrinyatewas dalam sebuah serangan pada 28 Februari 2026.

Pada Selasa, 30 Juni, Sekretaris Komite Penyelenggara, Ali Akbar Pourjamshidian, menyatakan bahwa keputusan terkait kehadiran Mojtaba akan diumumkan secara resmi oleh kantor panglima tertinggi angkatan bersenjata dan kantor pemimpin tertinggi.

Teka-teki lain yang belum terpecahkan adalah mengenai siapa yang akan memimpin salat jenazah. Dalam tradisi Syiah, peran tersebut membawa kedudukan religius dan politik yang sangat signifikan.

Sejumlah pengamat pun menilai, kemunculan Mojtaba di hadapan publik dalam momen ini dapat ditafsirkan sebagai sinyal kuat terkait arah kepemimpinan masa depan Iran.

  • AS dan Iran mencapai kesepakatan damai, Trump berkata 'Biarkan minyak mengalir'
  • Apa saja isi perjanjian AS-Iran yang kini telah berlaku?
>


(ita/ita)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Simak 5 Makanan Penurun Asam Urat Lengkap dengan Tips Kontrolnya
• 20 detik lalumetrotvnews.com
thumb
Bukan Kawal Agenda Pemerintah, Rangkap Jabatan Komisaris Justru Menghambat Kinerja BUMN
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Korban Tewas Akibat Gempa di Venezuela Bertambah Jadi 2.645 Orang
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Komisi VIII Minta Pengetatan Syarat Kesehatan Haji Tahun Depan Diterapkan Serius
• 14 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.