Jaga Penerbangan Perintis di Papua, Pemerintah Didesak Usut Pembakaran Pesawat PT AMA

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Pemerintah didesak untuk mengusut insiden pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation atau AMA di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, demi memastikan keamanan penerbangan perintis di seluruh wilayah Papua. Serangan terharap penerbangan perintis berpotensi memunculkan berbagai masalah lain. Sebab, penerbangan perintis merupakan transportasi paling vital yang memungkinkan penduduk di pedalaman Papua mengakses berbagai layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, serta distribusi logistik.

Desakan pengusutan terhadap serangan dan pembakaran pesawat milik PT Associated Missionl Aviation (AMA) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, salah satunya disampaikan anggota Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Fauqi Hapidekso. Fauqi menekankan, pemerintah dan aparat keamanan harus segera mengambil langkah taktis luar biasa untuk mengusut peristiwa yang mengakibatkan terbunuhnya pilot pesawat PT AMA Nicholas F Goselin itu.

Menurut dia, peristiwa tersebut merupakan pelanggaran hak asasi manusia berat karena telah merampas hak hidup warga sipil. Tak sebatas itu, serangan terhadap pesawat PT AMA juga mengancam keamanan penerbangan perintis yang berperan vital bagi kehidupan masyarakat di pedalaman Papua. Selama ini, penerbangan perintis merupakan sarana transportasi yang menyalurkan pasokan bahan pokok, mendistribusikan obat-obatan, serta mengantarkan tenaga kesehatan dan guru ke wilayah-wilayah yang tak memiliki akses jalur darat.

Oleh karena itu, diserangnya pesawat penerbangan perintis bakal memiliki efek domino yang dinilai sangat fatal. "Keamanan penerbangan perintis harus dijamin. Jika ancaman terhadap pesawat sipil terus terjadi, masyarakat di pedalaman Papua akan kehilangan akses terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, distribusi logistik, serta berbagai kebutuhan dasar yang menjadi hajat hidup mereka," kata Fauqi melalui keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).

Ia menegaskan, investigasi menyeluruh serta koordinasi berlapis antara pemerintah pusat, TNI-Polri, serta pemerintah daerah harus dilakukan. Perimeter proteksi di setiap lapangan terbang perintis perlu dipertebal untuk melindungi para pihak yang bertaruh nyawa melayani masyarakat di Papua.

"Kita harus mencegah bertambahnya korban sipil. Penegakan hukum yang tegas serta koordinasi yang kuat sangat diperlukan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat sipil dapat menjalani kehidupan dengan aman," pungkasnya.

Baca JugaPapua dan ”Peluru” Aparat

Pesawat Caravan PK-RCY milik PT AMA melaksanakan penerbangan perintis dari Bandara Wamena menuju Lapangan Terbang Balinggama pada Kamis (2/7/2026) pagi WIT. Setelah mendarat, pesawat diduga diserang dan dibakar oleh kelompok kriminal bersenjata. Dalam insiden tersebut, pilot Nichola F Goselin pun dilaporkan tewas karena tertembak.

Sehari setelahnya, aparat keamanan yang terdiri dari TNI dan Polri mengevakuasi jenazah Nicholas F Goselin, Jumat (3/7/2026), sekitar pukul 09.00 WIT. Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit TNI Timika, lalu diserahkan oleh Koops TNI Habema kepada PT AMA untuk diterbangkan ke Jakarta.

Senada dengan Fauqi, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk mengatakan, serangan terhadap pesawat PT AMA tidak hanya merenggut nyawa seorang pilot yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan. Peristiwa itu juga berpotensi mengganggu layanan penerbangan perintis. Hal itu berbahaya, karena penerbangan perintis merupakan akses utama bagi masyarakat di wilayah terpencil di Papua.

Dengan terganggunya layanan penerbangan perintis, kata Ribka, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas perekonomian juga akan terhambat. Padahal, langkah paling krusial untuk membangun Papua salah satunya adalah dengan menghadirkan pelayanan kepada warga di daerah-daerah pinggiran.

“Tidak ada cara lain untuk membangun Papua selain menghadirkan pelayanan bagi masyarakat di daerah-daerah pinggiran. Karena itu, setiap tindakan harus mempertimbangkan hajat hidup orang banyak. Jangan sampai masyarakat, terutama anak-anak Papua yang tinggal di daerah-daerah terpencil, justru menjadi pihak yang dirugikan,” kata Ribka yang merupakan birokrat asal Papua.

Oleh karena itu, lanjutnya, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta aparat keamanan harus segera mengusut insiden penyerangan terhadap pesawat PT AMA hingga tuntas. Pengejaran terhadap para pelaku juga harus segera dilakukan.

Baca JugaPesawat Perintis AMA Terbakar di Papua Pegunungan, Pilot Dikabarkan Tewas

Ribka mengatakan, selama ini, maskapai PT AMA dan maskapai penerbangan perintis lainnya telah melayani masyarakat di daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau. Meski menghadapi tantangan geografis, keterbatasan infrastruktur, serta dinamika situasi keamanan, para pilot tetap bertugas. Mereka telah memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap berbagai jenis pelayanan dasar.

“Kalau pesawat-pesawat perintis yang melayani masyarakat di daerah paling terpencil ini sudah tidak ada lagi, siapa yang akan datang melayani mereka?” ujarnya.

Tidak menoleransi kekerasan

Secara terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago juga mengutuk pembakaran pesawat PT AMA dan penembakan pilot pesawat tersebut. Ia menegaskan, pemerintah tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat dan sarana transportasi udara yang menjadi urat nadi pelayanan bagi kehidupan warga di Papua.

“Kemenko Polkam akan terus mendorong  proses penyelidikan dan langkah penegakan hukum yang tegas oleh aparat TNI-Polri terhadap pelaku, sekaligus mendorong upaya pengamanan penerbangan perintis guna menjamin keselamatan masyarakat dan kelangsungan pelayanan publik,” tutur Djamari dalam keterangan tertulis Kemenko Polkam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Danantara Diminta Audit Acak ke BUMN Lain usai Temuan Masalah Keuangan PT Pos
• 47 menit lalukumparan.com
thumb
Tarif Listrik PLN per kWh 4-11 Juli 2026 untuk Semua Golongan Subsidi dan Non Subsidi
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Putin: Rusia dan AS Pikul Tanggung Jawab Khusus atas Keamanan Dunia
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
AHY Buka Voting Logo HUT ke-25 Partai Demokrat, Ada Hadiahnya
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Saat Hakim "Melengos" Tinggalkan Sidang Nadiem, Bagaimana Aturannya?
• 15 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.