Warung Filadelphia kenalkan hidangan dan keramahan khas Indonesia

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Phildelphia, Amerika Serikat (ANTARA) - "Bagaimana, cocok makanannya?" ujar Cie Siang dengan ramah kepada pelanggannya di setiap meja Warung Filadelphia miliknya, satu per satu.

Menurut Cie Siang, sapaan perempuan bernama lengkap Kristine Jauwana itu, menyapa pelanggan merupakan hal rutin yang dilakukannya.

Selain untuk mendapatkan respons dari konsumen demi terus meningkatkan mutu makanan dan minumannya, perempuan asal Bondowoso, Jawa Timur, itu memiliki misi tersendiri dengan sikapnya tersebut.

Dia ingin memperkenalkan Indonesia seutuhnya kepada masyarakat Philadelphia, Amerika Serikat (AS), tempat restoran tersebut berada.

Dengan melakukan pendekatan emosional terhadap pelanggan, Warung Filadelphia memperlihatkan Indonesia dari dua sisi positif yang berbeda.

Makanan dan minuman tentu saja merupakan duta terbaik bangsa untuk mempererat hubungan Indonesia dengan bangsa lain.

Santapan asal tanah air dengan beragam rempah tidak akan mudah dilupakan begitu saja oleh siapa pun yang mencicipinya.

Setiap rasa dari makanan dan minuman Indonesia yang menempel di lidah memperlihatkan situasi sebenarnya dari Indonesia: berbeda, kompleks, tetapi mampu membentuk harmoni yang membuat penikmatnya ingin menelan pengalaman serupa lagi dan lagi.

Karena itulah, Cie Siang menyajikan beragam menu nusantara di Warung Filadelphia, seperti nasi padang, tahu telor, sate, bakso, sayur asem, sop buntut, rujak cingur, urap dan masih banyak lagi.

Hidangan tersebut dilengkapi pula dengan aneka minuman, misalnya wedang jahe, jamu kunyit asem, es campur dan, tentu saja, teh hangat.

Untuk makanan, harga yang ditawarkan berkisar dua dolar sampai 22 dolar AS, sementara minuman dari satu-tujuh dolar AS.

Meski demikian, Cie Siang mengakui bermacam tekstur, bumbu dan karakter hidangan Indonesia awalnya tidak mudah diterima lidah warga Philadelphia.

Namun, dia tidak habis akal. Saat awal-awal Warung Filadelphia berdiri pada tahun 2024, Cie Siang menjual sayap ayam atau chicken wings untuk menarik warga lokal.

"Begitu mereka masuk ke sini, kami menawarkan banyak pilihan makanan Indonesia. Mereka kemudian mencoba dan, puji Tuhan, ternyata suka," tutur Cie Siang.

Pemilik Warung Filadelphia di Philadelphia, Amerika Serikat, Kristine Jauwana yang akrab disapa Cie Siang. (Michael Siahaan) Menawarkan keramahan

Tidak berhenti sampai di sana, Cie Siang pun secara sengaja melakukan apa yang dilakukan kebanyakan orang Indonesia ketika melihat sosok-sosok yang tidak dikenal: menawarkan keramahan.

Berpadu dengan senyuman, meski lelah menimpa, Cie Siang membuat para pelanggan yang datang ke Warung Filadelphia serasa pulang ke rumah.

Hasilnya, selain warga Indonesia, Warung Filadephia juga memiliki konsumen tetap dari penduduk setempat.

"Saya tidak ingin mereka yang ke sini cuma makan. Kalau bisa, mereka dan saya bisa menambah kenalan, dengan mengobrol," tutur Cie Siang.

Warung Filadelphia berlokasi di 1927 S 20th St, Philadelphia, PA 19145. Karena berada tepat di pojok persimpangan, warung yang tergolong sederhana itu cukup mencolok mata.

Kalau penuh, Cie Siang menyebut warungnya bisa diisi 20 pelanggan. Mereka buka dari Senin sampai Minggu, pukul 11.00 siang sampai 20.00 malam.

Mulanya, perempuan berusia 47 tahun itu berkisah, dirinya membuka jasa katering makanan Indonesia sejak 2012. Itulah yang menjadi alasan kenapa ada "2012" di papan nama Warung Filadephia yang menggantung di depan pintu masuk.

Cie Siang hijrah ke Amerika Serikat tahun 2002, mengikuti sang tunangan sambil mencari kesempatan untuk menstabilkan situasi ekonomi.

Di AS, Cie Siang melihat beragam restoran khas dari banyak negara termasuk Vietnam dan Thailand. Restoran Indonesia kala itu sudah ada, tetapi belum banyak.

Itu yang membuatnya memberanikan diri membuka katering kecil-kecilan pada 2012. Rupanya, santapan buatan Cie Siang disukai dan menyebar sampai ke banyak lokasi di AS.

Mereka yang menyukai masakan Cie Siang kemudian mengusulkan agar dia membuka restoran saja supaya masyarakat Indonesia di Philadelphia lebih mudah menemukan masakan kampung halaman.

Sejalan dengan peningkatan penjualan katering, Cie Siang akhirnya mencari tempat untuk membuka restoran dan keinginannya terwujud pada 2024.

Dalam proses pendirian Warung Filadelphia, dia mengaku tidak mengalami kesulitan berarti. Pemerintah setempat memberikan dukungan selama tidak melanggar aturan yang sudah ditetapkan.

"Apalagi saya perempuan. Mereka lebih menghargai saya," tutur Cie Siang.

Untuk menjaga rasa masakannya, ibu dari tiga anak itu bahkan mengimpor beberapa bumbu dari Indonesia, terutama untuk rendang.

"Kerupuk-kerupuk juga dari Indonesia," kata dia.

Salah satu pengunjung Warung Filadelphia, Jessica, menyebut dirinya singgah karena bosan dengan makanan AS yang dinilainya hambar.

Makan di Warung Filadelphia membuat Jessica, warga Jakarta yang tengah berada di Philadelphia, menuntaskan rindunya dengan masakan Indonesia.

"Rasanya pun enak," kata dia.

Pelan-pelan menancapkan nama di Philadelphia, Warung Filadelphia mendapatkan banyak permintaan untuk membuka cabang di lokasi-lokasi lain di AS.

Cie Siang mengaku, ada yang mengusulkan agar dirinya juga berjualan di New Jersey, Maryland dan Las Vegas.

Akan tetapi, meski ada keinginan, dia belum mampu melakukannya lantaran jaraknya yang jauh dari Philadelphia.

Di samping itu, restoran tersebut belum banyak memiliki pekerja. Saat ini, hanya ada tiga orang yang bahu membahu di sana, termasuk Cie Siang dan ibunya. Cie Siang pun mesti merangkap menjadi koki dan kasir, apalagi kalau ramai.

"Soal buka di tempat lain, kami masih melihat perkembangannya. Buat apa punya restoran besar, tetapi tidak ada pelanggan?" ujar dia.

Lagi pula, Cie Siang menambahkan, Warung Filadelphia sudah melebarkan sayap ke bisnis daring, dengan berjualan via laman web dan aplikasi makanan.

Di sela lelah dan perjuangannya, walau tidak selalu disampaikan secara gamblang, diaspora Indonesia seperti Cie Siang tidak pernah berhenti mencintai negara kelahirannya. Tentu dengan caranya sendiri-sendiri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prancis pulangkan kapal induk Charles de Gaulle dari Timur Tengah
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Menaker Ajak Industri KEK Mandalika Serap Peserta Magang Nasional
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kronologi OTT Bupati Langkat: Tahu Dipantau KPK hingga Temukan Uang Rp 100 Juta di Jok Mobil
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Menhaj Pastikan Potensi Kenaikan Biaya Haji Diupayakan Tidak Membebani Jamaah
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Ajaib Group Hibahkan Ambulans dan Beasiswa untuk Universitas Kuningan
• 22 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.