Hasil Visum, Pilot AMA Tewas Akibat Tembakan Jarak Dekat

metrotvnews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 memastikan pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Kapten Nicolas Gosselin, meninggal dunia akibat luka tembak jarak dekat. Kapten Gosselin gugur dalam serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Ibdahak, Kampung Balingga, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo.

Kepastian penyebab kematian ini disampaikan setelah tim medis Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua melakukan visum terhadap jenazah korban. Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan adanya kerusakan berat pada dasar tengkorak.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Kombes Pol. Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa tembakan peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di pipi kanan. Hal ini menyebabkan tulang maksila atau tulang pipi sebelah kanan patah.

"Luka terbuka yang ditemukan pada pipi kiri dapat sesuai dengan luka tembak masuk tempel dengan posisi moncong senjata tegak lurus dengan permukaan kulit. Jadi dari sisi kiri itu tempel, kemudian keluar di sisi kanan sehingga mengakibatkan tulang maksila atau tulang pipi sebelah kanan ini patah dan hasil ronsen yang kita lakukan pada jenazah ini ada luka patah pada dasar tengkorak," ujar Kombes Pol. Rommy Sebastian dikutip dari Primetime News, Metro TV, Sabtu 4 Juli 2026.
 

Baca Juga :

TNI Tambah Aparat di Titik Rawan Papua Pascapenembakan Pilot

Setelah menjalani visum, jenazah pilot Gosselin kini telah dievakuasi dari Timika ke Jayapura. Jenazah juga telah menjalani prosesi ibadah pemuata yang dipimpin oleh Uskup Yanuarius Theofilus Matopai You.

Selanjutnya, dilakukan penghormatan terakhir sebelum jenazah diserahkan kepada perwakilan PT AMA. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas meninggalnya Gosselin.

Selama ini, korban diketahui aktif melayani penerbangan misi kemanusiaan dan keagamaan di wilayah pedalaman Papua.

"AMA telah melayani kegiatan misi ini sudah 67 tahun dan baru ini kejadian. Sudah 67 tahun dan baru ini terjadi peristiwa yang sangat menyedihkan seperti ini. Jadi murni PT AMA ini melaksanakan kegiatan misi untuk agama," kata Kombes Pol. Yusuf Sutejo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sepekan, BRIN buka magang riset-pesan Hari Keluarga
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Turki Wanti-wanti Israel Tak Boleh Gagalkan Kesepakatan Damai AS dan Iran
• 9 jam laludetik.com
thumb
John Herdman Senyum Lebar, Shin Tae-yong dan Persija Bantu Asah Mesin Gol Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Usai Ramai Dikira Lari Kena Pajak, Pengguna Strava Minta Sosialisasi Pajak Digital Ditingkatkan
• 8 menit lalukompas.com
thumb
Statistik Kanada vs Maroko, Singa Atlas Lebih Banyak Menguasai Bola
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.