Ketua DPRD TTU Ungkap Dokter Icha Alami Tekanan Psikologis sebelum Meninggal

rctiplus.com
17 jam lalu
Cover Berita
Ketua DPRD TTU Ungkap Dokter Icha Alami Tekanan Psikologis sebelum MeninggalNasional | inews | Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:27

KEFAMENANU, iNews.id - Sejumlah fakta baru terungkap dari penyelidikan kasus kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha. Almarhumah diduga mengalami tekanan psikologi akibat intimidasi sebelum meninggal.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Kristo Efi usai diperiksa polisi sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Kristo diperiksa selama 2 jam dan dicecar dengan 21 pertanyaan. Pertanyaan penyidik berkaitan pertemuannya dengan Dokter Icha saat masih menjalani perawatan di rumah sakit sebelum meninggal dunia.

“Saya dimintai keterangan karena sempat menjenguk beliau di rumah sakit,” ujar Kristo dikutip dari iNews TTU, Sabtu (4/7/2026).

Dalam keterangannya kepada penyidik, Kristo mengungkap bahwa Dokter Icha sempat menceritakan kondisi psikologisnya yang mengalami tekanan berat. Menurutnya, tekanan tersebut diduga berdampak pada kondisi mental almarhumah.

“Beliau merasa seperti melakukan kesalahan besar, padahal menurut pengakuannya semua tindakan sudah sesuai SOP dan telah dikonsultasikan dengan dokter ahli,” kata Kristo.

Baca Juga:Kronologi Pak Ogah Tendang Wanita Hamil di Deli Serdang, Emosi Takut Direkam dan Viral

Kristo juga menyebut, almarhumah sempat mengalami tekanan psikologis yang berat hingga dilaporkan pernah mencoba mengakhiri hidup sebanyak tiga kali.

Mendengar hal tersebut, Kristo mengaku sempat memberikan dukungan moral agar Dokter Icha tetap kuat dan bisa kembali menjalankan profesinya sebagai dokter.

“Waktu itu saya minta beliau tetap semangat karena masyarakat TTU masih sangat membutuhkan tenaga medis,” katanya.

Dia juga menambahkan telah menyampaikan permohonan maaf atas nama lembaga DPRD TTU kepada keluarga almarhumah atas peristiwa yang terjadi.

Namun demikian, Kristo menegaskan bahwa almarhumah tidak menjelaskan secara rinci ucapan atau tindakan intimidasi yang dialaminya.

Menurutnya, Dokter Icha hanya menyebut adanya protes dengan nada kasar terkait penanganan pasien, meski dirinya meyakini seluruh tindakan medis telah dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP).

Sementara itu, polisi masih terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap fakta di balik kematian Dokter Icha yang menjadi perhatian publik terkait adanya dugaan dari oknum anggota DPRD TTU.

#regional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Video: 1 Juta Penambak Sambut Sertifikasi Udang RI Bebas Cs-137
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Viral Pemotor di Depok Terobos Trotoar Ngaku TNI, Ternyata Karyawan Marketing
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Ada Marathon, Lima Layanan Transjakarta Mulai Beroperasi Pukul 10.00 WIB pada 5 Juli 2026 Mulai dari Senen–Tanah Abang hingga Gondangdia–Balai Kota
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Sidkon Djampi Ingatkan Pentingnya Keberpihakan pada Pesantren
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Nuklir Meledak Karena Tombol Komputer Eror, 60.000 Orang Tewas
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.