jpnn.com, JAKARTA - Jakarta masih menghadapi persoalan kualitas udara.
Polusi udara menjadi tantangan yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan kebijakan pemerintah di tengah padatnya aktivitas perkotaan.
BACA JUGA: Tinjau Program KANG ILING, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan CSR Berdampak
Dibutuhkan keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda, untuk mulai menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Semangat itulah yang ditebarkan Pertamina melalui program GreenBus Pertamina 2026.
BACA JUGA: Pertamina Hadirkan Program UMiMAX untuk Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha
Tidak hanya program ini, Pertamina juga mempunyai program Sekolah Energi Berdikari STEM, di mana program edukasi lingkungan berbasis pengalaman yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran dan aksi nyata generasi muda terhadap isu keberlanjutan, menggunakan teknologi sederhana dan ilmu pengetahuan.
Kali ini Program GreenBus Pertamina mengunjungi Kampung Hijau Gang Cemara, Jakarta Utara, sebuah kawasan Program CSR binaan Pertamina yang berhasil mengubah lingkungan padat dan kumuh menjadi ruang hijau yang produktif.
BACA JUGA: Komut Pertamina Mendorong Budaya HSSE sebagai Kunci Menjaga Keandalan Operasional
Di tempat ini, peserta diajak mengenal berbagai inovasi pengelolaan sampah, pertanian perkotaan, hingga ketahanan pangan yang seluruhnya dikelola bersama masyarakat.
Yasser, salah satu peserta GreenBus Pertamina perwakilan dari SMA Negeri 3 Jakarta mengaku semula mengira kawasan di pinggiran Jakarta memiliki kepedulian lingkungan yang rendah.
Namun setelah melihat langsung, anggapan itu berubah.
"Saya justru senang melihat masyarakat di sini memiliki kepedulian yang luar biasa terhadap lingkungan, bahkan menurut saya lebih terasa dibandingkan beberapa kawasan di pusat kota," ujar Yasser.
Selama mengikuti GreenBus Pertamina, Yasser belajar mengolah sampah organik menjadi pakan ikan, mengenal pertanian perkotaan, hingga mencoba berbagai inovasi hasil panen.
Dia mengaku banyak ilmu yang bisa diterapkan setelah kembali ke sekolah.
"Saya memang sedang menjalankan program bertema lingkungan. Jadi banyak ilmu yang bisa saya bawa pulang dan coba terapkan," katanya.
Bagi Yasser, GreenBus Pertamina bukan sekadar perjalanan edukatif, tetapi juga ruang yang mempertemukan generasi muda dengan praktik-praktik baik yang bisa ditiru di lingkungan masing-masing.
"GreenBus Pertamina bisa menjadi wadah yang mengantarkan anak-anak muda agar lebih peduli terhadap lingkungan. Program ini membuka wawasan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan bersama," katanya.
Hal yang sama juga dirasakan peserta lainnya Nuzlah.
Menurut Nuzlah, dengan mengikuti program GreenBus Pertamina dia berkesempatan belajar langsung.
"Menurut aku kegiatan ini menambah wawasan, pengalaman, sekaligus relasi. Kita memang bisa mencari informasi di media sosial atau internet, tapi kalau datang langsung ke lapangan rasanya berbeda. Kita bisa melihat dan mempraktikkan langsung ilmu tentang lingkungan," kata Nuzlah.
Di tempat terpisah, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan GreenBus Pertamina merupakan program edukasi yang dilakukan Pertamina dengan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk melihat dan terlibat langsung melalui berbagai aksi nyata terhadap isu keberlanjutan.
Di tahun ini sendiri, ada 4 lokasi yang akan dikunjungi.
"Pada program ini para peserta yang terpilih akan diajak untuk mengeksplorasi praktik baik lingkungan, budaya lokal, teknologi, dan inovasi keberlanjutan melalui perjalanan edukatif, mentoring, serta program inkubasi," kata Baron.
Melalui GreenBus Pertamina, jelas Baron para peserta tidak hanya diajak memahami persoalan lingkungan, tetapi juga menyaksikan bahwa solusi dapat dimulai dari lingkungan terkecil.
Belajar dari Kampung Hijau Cemara, ketika masyarakat, komunitas, dan dunia usaha berjalan bersama, sebuah kampung mampu berubah menjadi ruang hijau yang produktif sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga lingkungan
Selain Kampung Hijau Cemara, peserta juga akan kami ajak ke lokasi Program CSR Pertamina yang selaras dan menjalankan praktek baik pengelolaan lingkungan di Masyarakat, yaitu Kampung Eduwisata Bhinneka, Jakarta Pusat di mana pengelolaan kampung peduli iklim dengan pemanfaatan Energi Terbarukan.
Selanjutnya ke Kampung Keberagaman & Batik Proklim Lestari, Cirebon untuk melihat pembuatan batik memanfaatkan limbah botol plastik untuk batik tanpa canting.
"Dan Kampoeng Radjoet Binong, Merajut Asa Kita, Bandung untuk melihat dan belajar bersama pembuatan aksesori fesyen memanfaatkan kain perca," tutup Baron. (mrk/jpnn)
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi




