Unhas Gelar Edukasi Kesehatan Gigi Berbasis Digital lewat VR kepada Kader Posyandu dan Nelayan di Desa Bontosunggu

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID,MAKASSAR—Universitas Hasanuddin melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas (PPMU-PK-M) melaksanakan kegiatan bertajuk “Edukasi Kesehatan Gigi Berbasis Teknologi Digital bagi Kader Posyandu”.

Pelaksanannya di Desa Bontosunggu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dr. drg. Marhamah, M.Kes, Sp. KGA beserta anggota
Prof. Dr. Muh. Harun Harun Achmad, drg., M.Kes., Sp.KGA., Subsp.KKA (K). FSASS.
Dr. dr. Hj. Martira Maddeppungeng., Sp.A (K), Subsp.TKPS drg. Andi Sri Permatasari, Sp.KGA
Dr.dr. Aminuddin.,M.Nut& Diet,Ph.D.,Sp.GK(K)”

Ketua oleh Prof. Dr. drg. Marhamah, M.Kes, Sp. KGA mengatakan berlangsung di balai desa dan dihadiri oleh kader Posyandu, tenaga kesehatan dari Puskesmas setempat, aparat desa, serta sejumlah nelayan dan masyarakat Desa Bontosunggu.

Kehadiran peserta menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap program yang menggabungkan edukasi kesehatan dengan pemanfaatan teknologi dan pemberdayaan potensi lokal.

Acara diawali dengan pembukaan dari tim hibah dan dibuka secara resmi oleh kepala desa bontosungguh Andi Patmahwati S.E.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat melalui ilmu pengetahuan dan inovasi.

Menurutnya, kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam menyampaikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Kepala Desa mengapresiasi pelaksanaan program tersebut dan berharap ilmu yang diberikan dapat meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Pemerintah desa juga menyambut baik kegiatan ini karena dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Bontosunggu,”tuturnya.

Memasuki sesi penyuluhan, tim pengabdian memberikan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, pencegahan karies, teknik menyikat gigi yang benar, serta pentingnya pemeriksaan gigi secara berkala.

Penyampaian materi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, di mana para peserta aktif menyampaikan berbagai permasalahan kesehatan gigi yang sering dijumpai di lingkungan mereka.

Sebagai bagian dari inovasi program, peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan Virtual Reality (VR) sebagai media edukasi kesehatan gigi dan mulut.

Melalui teknologi tersebut, peserta dapat melihat simulasi kondisi rongga mulut dan memahami proses terjadinya penyakit gigi secara lebih nyata.

Penggunaan media digital ini diharapkan dapat mempermudah kader Posyandu dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat secara lebih menarik dan mudah dipahami.

“Tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, kegiatan pengabdian ini juga menghadirkan penyuluhan mengenai pembuatan bakso ikan tuna sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir,” tuturnya.

Mengingat ikan tuna merupakan salah satu hasil tangkapan utama nelayan di Desa Bontosunggu, pengolahan menjadi produk pangan bernilai tambah diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada proses pengolahan, teknik pengemasan, hingga peluang pemasaran produk olahan ikan tuna.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias.

Kader Posyandu, tenaga kesehatan Puskesmas, serta masyarakat yang hadir tampak aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai kondisi kesehatan di wilayah mereka.

Sambutan positif dari peserta menunjukkan bahwa kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan, terutama untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan sekaligus mengembangkan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Melalui program ini, Universitas Hasanuddin berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat terus terjalin.

Edukasi kesehatan berbasis teknologi yang dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, khususnya di Desa Bontosunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar.(wis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KLH Tunda Penyelidikan Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin hingga Proses Pemadaman Selesai
• 44 menit lalupantau.com
thumb
BRIEF INSIGHT: Di Balik Harga Tiket Pesawat: Avtur, TBA, hingga Permintaan Penumpang
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
5 Hari Kebakaran TPA Jatiwaringin Tak Kunjung Padam, 30 Ahli Kebakaran Gambut Didatangkan
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Mau Dikenakan Pajak Rp144 T, Taipan Ini Kasih Respons Tak Terduga
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
AS Raja Ekspor Senjata Dunia: Termasuk ke RI, Setahun Pasok US$9,26 M
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.