El Niño Mencapai Level Kuat, Ancaman Cuaca Ekstrem Meningkat

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) telah meningkatkan level dari El Niño tahun ini dalam kategori kuat. Badan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ini juga memperingatkan negara-negara untuk bersiap menghadapi dampaknya yang bisa lebih besar berupa meningkatkan gelombang panas, kekeringan, dan peristiwa cuaca ekstrem lainnya di banyak bagian dunia.

Laporan Bulanan WMO tentang Iklim Musiman Global yang dikeluarkan pada Sabtu (4/7/2026) menunjukkan perkembangan pesat menjadi peristiwa El Niño yang kuat selama Juli–September 2026. Prakiraan gabungan multi-model dari pusat-pusat penghasil global terkemuka menunjukkan pemanasan suhu laut yang konsisten dan signifikan di Pasifik khatulistiwa tengah dan timur, dengan anomali suhu permukaan laut rata-rata musiman diperkirakan melebihi 2 derajat celcius di wilayah pemantauan utama.

Model prakiraan menunjukkan kesepakatan yang luar biasa, memberikan kepercayaan tinggi pada prospek tersebut. El Niño diperkirakan akan terus menguat selama musim gugur Belahan Bumi Utara, dengan pengaruhnya meluas ke banyak wilayah di dunia. Sementara itu, cekungan Atlantik khatulistiwa diperkirakan akan tetap lebih hangat dari rata-rata.

Baca JugaEl Nino Dipastikan Datang, Seberapa Dahsyat Dampaknya bagi Dunia dan Indonesia?

“Kondisi El Niño sudah berlangsung dan diperkirakan akan menguat dengan cepat menjadi peristiwa yang kuat. Ini akan meningkatkan kemungkinan kekeringan dan curah hujan lebat serta risiko gelombang panas di darat dan gelombang panas di laut di banyak wilayah di dunia,” kata Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo.

Pada Mei 2026 lalu, WMO masih memperkirakan El Niño tahun ini kemungkinan memiliki kekuatan moderat. Namun, menurut analisis terbaru, kondisi El Niño telah berkembang di Pasifik tropis dan diperkirakan akan menguat dengan cepat dalam beberapa bulan mendatang, meningkatkan kemungkinan gelombang panas, kekeringan, curah hujan lebat, dan peristiwa cuaca ekstrem lainnya di banyak bagian dunia.

El Niño dan La Niña adalah fase berlawanan dari El Niño–Southern Oscillation (ENSO), salah satu pendorong terkuat variabilitas iklim tahunan. Ini adalah pola iklim alami yang ditandai dengan suhu permukaan laut di atas rata-rata di Samudra Pasifik khatulistiwa bagian tengah dan timur.

Peristiwa El Niño biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun dan biasanya berlangsung antara sembilan dan dua belas bulan. Peristiwa ini sering mulai berkembang antara Maret dan Juni, mencapai intensitas puncak antara November dan Februari, dan memberikan pengaruh terkuatnya pada suhu global selama tahun setelah kemunculannya.

Efek dari setiap peristiwa El Niño bervariasi tergantung pada intensitas, durasi, waktu perkembangannya, dan juga bagaimana interaksinya dengan mode variabilitas iklim lainnya (seperti Indian Ocean Dipole). Tidak semua wilayah di dunia terpengaruh, dan bahkan di dalam satu wilayah, dampaknya bisa berbeda. Bahkan ketika ENSO netral, cuaca ekstrem masih dapat terjadi.

Baca JugaEl Nino Bisa Jadi Malapetaka

WMO mengklasifikasikan peristiwa ENSO sebagai lemah, sedang, kuat, atau sangat kuat. Istilah “super El Niño” bukan bagian dari sistem klasifikasi operasional WMO dan oleh karena itu tidak digunakan dalam produk resmi WMO.

Ilmuwan iklim WMO, Alvaro Silva, mengatakan, "Kami (sekarang) jauh lebih yakin bahwa kondisi El Niño yang kuat sedang berkembang di Pasifik khatulistiwa."

Ia mengatakan WMO mungkin akan mengeluarkan pembaruan dalam beberapa bulan mendatang. Misalnya, jika WMO memiliki perkiraan yang menunjukkan bahwa ini akan menjadi El Niño yang sangat kuat.

Badan yang berbasis di Jenewa ini mengatakan perkiraan yang dihasilkan oleh pusat iklim global, menggunakan model yang berbeda, menunjukkan pemanasan suhu laut yang konsisten dan signifikan di seluruh Pasifik khatulistiwa tengah dan timur. "Anomali suhu permukaan laut rata-rata musiman diperkirakan akan melebihi 2 derajat celcius di wilayah pemantauan utama," katanya.

El Niño diperkirakan akan terus menguat selama musim gugur Belahan Bumi Utara.

Dia menambahkan, El Niño diperkirakan akan terus menguat selama musim gugur Belahan Bumi Utara. Pengaruh kondisi ini meluas ke banyak wilayah di dunia.

Dampak global

Pembaruan Iklim Musiman Global memprediksi kemungkinan besar suhu di atas rata-rata di sebagian besar wilayah daratan antara 60 derajat Lintang Selatan dan 60 derajat Lintang Utara yang mencakup hampir semua wilayah berpenduduk di luar wilayah Kutub.

Di atas lautan, Pasifik khatulistiwa mencerminkan jejak yang sangat terstruktur dari peristiwa El Niño yang semakin intensif, dengan kemungkinan lebih dari 80 persen suhu permukaan laut di atas normal di Pasifik khatulistiwa di sebelah timur Garis Tanggal. Suhu di atas normal juga diprediksi untuk Samudra Hindia dan Atlantik tropis. Sebaliknya, pola seperti tapal kuda yang terus-menerus dari probabilitas suhu di bawah hingga mendekati normal diprediksi di seluruh Atlantik Utara.

Baca JugaEl Nino sampai Mei 2027, Produksi Pangan dan Ketersediaan Air Terancam

Sementara itu prakiraan curah hujan Juli–September 2026 mencerminkan pola yang konsisten dengan peristiwa El Niño yang semakin menguat. Kemungkinan curah hujan di atas normal diperkirakan meningkat di wilayah Pasifik khatulistiwa bagian tengah dan timur, sementara curah hujan di bawah normal lebih mungkin terjadi di sebagian Samudra Hindia tropis, termasuk Indonesia, dan sebagian besar Australia.

Di seluruh Afrika khatulistiwa, sinyal probabilitas menunjukkan kontras timur-barat yang menonjol. Wilayah daratan yang berbatasan dengan Teluk Guinea utara diperkirakan akan menerima curah hujan di atas normal, berbeda dengan curah hujan di bawah normal untuk wilayah Tanduk Afrika Raya.

Curah hujan di bawah normal juga diperkirakan terjadi di sebagian Amerika Tengah, Karibia, dan Amerika Selatan bagian barat laut. Sebaliknya, kondisi yang lebih basah dari rata-rata lebih mungkin terjadi di sebagian wilayah Amerika Serikat bagian barat daya.

Di seluruh Eropa, perkiraan menunjukkan kontras utara-selatan, dengan peningkatan kemungkinan curah hujan di atas normal di Eropa selatan dan curah hujan di bawah normal di Eropa utara. Namun, untuk Eropa, kepercayaan perkiraan tetap lebih rendah daripada di banyak wilayah lain.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Andi Azwan Menilai Upaya Praperadilan Roy Suryo untuk Ulur Waktu dan Intip Sidang Dokter Tifa
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Mikrotrans Tak Lagi Gratis? Penumpang Jakarta Siap Bayar Rp 2.000 dengan Syarat
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Daftar Mobil Listrik China Rp200 Jutaan Juli 2026
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pembentukan BTP dan Komando Teritorial Dihentikan, Begini Alasannya
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Tak Banyak yang Tahu: Amerika Ternyata Pernah Dijajah 8 Negara Ini
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.