Terkini, Makassar — PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Makassar menggelar khitanan massal gratis bagi 130 anak dalam rangkaian program Pegadaian Peduli di kantor Kanwil VI Makassar, Ahad 5 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Pegadaian, Wujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Berakhlak” tersebut melibatkan 20 tenaga medis yang terbagi dalam 10 tim.
Para peserta mendapatkan layanan khitan dengan dukungan tenaga medis profesional dan teknologi modern.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Makassar, Pratikno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Pegadaian Peduli yang dilaksanakan sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program Pegadaian Peduli. Pegadaian tidak hanya menjalankan kegiatan operasional bisnis, tetapi juga mempunyai kewajiban dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat,” kata Pratikno.
PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Makassar menggelar khitanan massal gratis bagi 130 anak dalam rangkaian program Pegadaian PeduliMenurutnya, kegiatan sosial tersebut tidak hanya dilaksanakan di Kantor Wilayah VI Makassar. Program serupa juga digelar di sejumlah kantor area yang tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, hingga Maluku.
Rangkaian Pegadaian Peduli tersebut mencakup berbagai kegiatan sosial dan kesehatan, mulai dari khitanan massal, pemeriksaan kesehatan, hingga pengobatan gratis bagi masyarakat.
Khusus pada pelaksanaan di Kantor Wilayah VI Makassar, sebanyak 130 anak mengikuti khitanan massal. Para peserta ditangani oleh tim medis profesional dengan menggunakan teknologi khitan modern.
“Anak-anak kita hari ini dikhitan dengan teknologi yang cukup canggih oleh dr. Yogama dan tim. Mudah-mudahan satu atau dua hari lagi mereka sudah bisa kembali beraktivitas, tumbuh sehat, berlari-lari, dan bermain,” ujarnya.
Selain memperoleh layanan khitan gratis, para peserta juga mendapatkan tas sekolah, buku pelajaran, serta sejumlah dana yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan memasuki tahun ajaran baru maupun ditabung untuk kebutuhan masa depan.
Pratikno mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keuangan keluarga. Sebab, biaya khitan untuk seorang anak saat ini dapat mencapai lebih dari Rp1 juta.
“Kita ingin membantu semampu kita sebagai BUMN yang juga mempunyai kepedulian dan tanggung jawab sosial. Harapannya, kegiatan ini bisa sedikit membantu meringankan beban keuangan rumah tangga, terutama ibu-ibu,” jelasnya.
Sebagian besar peserta khitanan merupakan putra dari nasabah Pegadaian. Namun, perusahaan juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum dengan menyebarkan informasi dan tautan pendaftaran melalui seluruh unit kerja Pegadaian di Kota Makassar.
Edukasi Orang Tua Siapkan Dana Pendidikan AnakTak hanya memberikan layanan kesehatan, Pegadaian juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mengedukasi para orang tua mengenai pentingnya mempersiapkan dana pendidikan anak sejak dini.
Pegadaian Kanwil VI Makassar menggelar khitanan massal gratis bagi 130 anak melalui program Pegadaian Peduli, sekaligus memberikan edukasi persiapan dana pendidikan melalui tabungan emas.Pratikno menyebut biaya pendidikan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Karena itu, orang tua perlu membangun kebiasaan menabung secara konsisten agar lebih siap menghadapi kebutuhan pendidikan anak pada masa mendatang.
“Setiap tahun biaya pendidikan anak meningkat kurang lebih 10 hingga 15 persen. Kami di Pegadaian memiliki layanan yang relevan untuk membantu Bapak-Ibu mempersiapkan dana pendidikan anak,” katanya.
PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Makassar menggelar khitanan massal gratis bagi 130 anak dalam rangkaian program Pegadaian PeduliIa mengajak masyarakat mulai menyisihkan sebagian pendapatan dalam bentuk tabungan emas. Menurutnya, menabung tidak harus dimulai dengan jumlah besar, tetapi dapat dilakukan sedikit demi sedikit secara konsisten.
“Silakan menabung dalam bentuk emas. Sisihkan sedikit demi sedikit setiap hari. Tidak harus langsung dalam jumlah puluhan gram. Sedikit saja, tetapi dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Pratikno menekankan, hal terpenting dalam menabung bukanlah besarnya nominal yang disisihkan, melainkan konsistensi dalam membangun kebiasaan.
“Menabung itu bukan soal seberapa besar jumlahnya, tetapi soal budaya dan kebiasaan. Bukan soal besar atau kecilnya jumlah yang ditabung, tetapi konsistensi, karena menabung harus menjadi kebiasaan dan budaya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran penting ibu dalam mengelola keuangan keluarga.
Menurutnya, sebagian besar ibu berperan sebagai manajer keuangan rumah tangga sehingga memiliki tanggung jawab besar dalam mengatur pendapatan, pengeluaran, dan kebutuhan keluarga di masa depan.
Pratikno menjelaskan, dana yang hanya disimpan dalam bentuk uang berpotensi mengalami penurunan daya beli akibat inflasi. Secara nominal, jumlah uang tersebut tetap, tetapi kemampuan untuk membeli barang dan jasa dapat terus berkurang.
“Secara nominal, jumlah uang di tabungan memang tetap. Misalnya, tertulis Rp2 juta, tetapi nilai atau daya belinya dapat berkurang. Ketika harga BBM naik, harga berbagai kebutuhan juga ikut meningkat. Itulah salah satu dampak inflasi,” jelasnya.
Karena itu, ia mendorong masyarakat mempertimbangkan emas sebagai salah satu instrumen untuk membantu menjaga nilai aset sekaligus mempersiapkan kebutuhan pendidikan anak.
Pegadaian, lanjut Pratikno, telah menyediakan layanan digital yang memudahkan masyarakat untuk memulai tabungan emas dengan nominal terjangkau.
“Bapak-Ibu dapat mulai menabung emas dari Rp10 ribu. Tidak perlu langsung dalam jumlah besar. Yang terpenting adalah konsisten untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak-anak kita pada masa depan,” katanya.
Libatkan 20 Tenaga MedisDalam pelaksanaannya, khitanan massal tersebut melibatkan 20 tenaga medis yang terbagi dalam 10 tim. Setiap tim terdiri atas dua tenaga medis yang menangani para peserta selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Makassar Pratikno, Deputi Bisnis Area Makassar 1 Subhan Fauzin, Deputi Bisnis Area Makassar 2 Tomy Djoko Tri Rahardjo, Kepala Audit Intern Amaludin Firmansyah, Kepala Departemen Business Support Nuzul Rahmat, serta Kepala Bagian TJSL Ika Ariani.
Turut hadir perwakilan Danramil 13 Rappocini, Serka Rais Akbar, serta perwakilan SYNAPS, dr. Yogama.
Pratikno berharap rangkaian program Pegadaian Peduli dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Pegadaian ingin berkontribusi dalam meringankan beban keluarga sekaligus mendukung tumbuhnya generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Khitanan Massal Kanwil Pegadaian Sulselbar dan Maluku dengan ini saya nyatakan dibuka,”imbuh Pratikno.
Orang Tua Rasakan Manfaat Khitan GratisSalah seorang orang tua peserta, Muhammad Agung S., warga Gowa, mengaku terbantu dengan adanya khitanan massal gratis yang diselenggarakan Pegadaian.
“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, khususnya bagi orang tua yang ingin mengkhitankan anaknya. Kami tidak perlu mengeluarkan biaya karena semuanya gratis dan prosesnya juga dipermudah,” ujar Muhammad Agung S.
Ia mengaku mendapatkan informasi mengenai kegiatan tersebut dari rekannya. Selain mengenal Pegadaian melalui kegiatan sosial, Agung juga mengetahui sejumlah layanan keuangan yang dimiliki perusahaan, termasuk tabungan emas.
“Informasi mengenai kegiatan ini saya dapatkan dari rekan. Saya juga mengetahui bahwa Pegadaian memiliki berbagai layanan, termasuk tabungan emas,” katanya.
Agung berharap Pegadaian terus meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat melalui program-program sosial yang memberikan manfaat langsung.
“Harapan saya, ke depan Pegadaian bisa semakin meningkatkan perhatian terhadap kegiatan-kegiatan sosial seperti ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah VI Makassar Pratikno, Deputi Bisnis Area Makassar 1 Subhan Fauzin, Deputi Bisnis Area Makassar 2 Tomy Djoko Tri Rahardjo, Kepala Audit Intern Amaludin Firmansyah, Kepala Departemen Business Support Nuzul Rahmat, serta Kepala Bagian TJSL Ika Ariani.
Turut hadir perwakilan Danramil 13 Rappocini, Serka Rais Akbar, serta perwakilan SYNAPS, dr. Yogama.




