Indoswing atau Indonesian Swing Dance kini telah berkembang dari sekedar genre musik menjadi sebuah subkultur yang mempertemukan para pencinta musik, penari, dan juga penikmat gaya hidup di area metropolitan seperti di Jakarta.
Berdiri sejak tahun 2016, komunitas Indoswing awalnya diinisiasi oleh seorang ekspatriat asal Kanada yang aktif dalam swing dancing. Ia ingin mencari dan mengumpulkan orang-orang di Jakarta yang memiliki ketertarikan yang sama untuk berdansa bersama.
“Secara kronologis yang saya ingat itu mulai benar-benar aktif di tahun 2016. Waktu itu ada seorang ekspat dari Kanada yang dia memang suka swing dance dan dia mencari orang-orang di Jakarta yang mau swing dance bareng-bareng juga, akhirnya terbentuklah komunitas Indoswing.” kata Instruktur/Pengurus Komunitas Indoswing, Wahyu Harianto, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu, 5 Juli 2026.
Dari sebuah pertemuan kecil komunitas ini kian bertumbuh hingga menjadi wadah besar, membentuk sebuah ekosistem komunitas yang solid. Antusiasme pun dapat dilihat di Kalalila Studio kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dimana sudah dipenuhi oleh para peserta dance swing. Mereka hadir untuk mengikuti workshop dan sesi latihan bersama yang diadakan oleh komunitas Indoswing.
Mengadopsi gerakan Lindy Hop, para peserta diajak untuk mengenal berbagai teknik dasar dan gerakan yang enerjik. Menariknya pada kelas beginner, fokus utama adalah kemantapan tiga hitungan dasar. Penggunaan konsep hitungan ini sendiri diadaptasi agar lebih mudah dipelajari yang terbiasa dengan hitungan dasar satu sampai delapan.
Agenda kelas workshop ini digelar secara rutin satu minggu sekali. Diisi dengan beragam tarian-tarian swing, mulai dari beginner class hingga single class yang dilaksanakan setiap hari Sabtu. Tentunya latihan ini tidak hanya menjadi wadah untuk belajar skill baru, banyak peserta yang merasakan manfaat sosial seperti menemukan lingkungan pertemanan baru dan melatih rasa percaya diri.
“Karena sebenarnya nggak PD nari tapi aku pengen explore skill baru dan pengen membuka circle baru gitu sih.” ucap Peserta Indoswing, Kezia Lahama.
Antusiasme yang tinggi dari lintas generasi ini menunjukkan bahwa subkultur retro dan swing dance bukan hanya sekedar tren olahraga dan gerak tubuh melainkan jembatan sosial yang efektif di tengah padatnya kota Jakarta.
Bagi pemirsa Metro TV yang ingin bergabung dan ingin belajar bagaimana sih tarian swing dan mendengarkan musik-musik jazz klasik bisa langsung datang ke Kalalila Studio yang berada di Jakarta Selatan.




