BEKASI, KOMPAS.com – Warga Kabupaten Bekasi mengkhawatirkan kondisi Jembatan Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang menghubungkan Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, dengan Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung.
Kerusakan yang terjadi di berbagai bagian jembatan dinilai semakin membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Jembatan yang menjadi salah satu akses utama menuju Stasiun Cikarang, Terminal Cikarang, Sentra Grosir Cikarang (SGC), serta sejumlah kawasan permukiman itu hingga kini belum mendapat perbaikan menyeluruh.
Pantauan Kompas.com di lokasi, Minggu (5/7/2026), permukaan jalan di atas jembatan tampak tidak rata.
Sejumlah titik dipenuhi batu kerikil, retakan, dan lubang yang membuat pengendara harus memperlambat laju kendaraan saat melintas.
Kondisi tersebut disebut semakin berbahaya ketika hujan turun karena lubang-lubang di badan jalan tertutup genangan air sehingga sulit dikenali pengendara.
Tak hanya pada bagian permukaan jalan, kerusakan juga terlihat di struktur bawah jembatan. Sejumlah besi penyangga tampak patah dan mulai berkarat. Sementara itu, pagar pembatas di beberapa titik terlihat keropos.
Baca juga: Warga Tak Kenal Penyewa Ruko Diduga Tempat Tambang Bitcoin di Bekasi, Sempat Dikira Kosong
Warga Khawatir Jembatan AmblesAsep (40), warga sekitar, mengatakan kerusakan Jembatan CBL telah berlangsung selama lebih dari lima tahun dan terus memburuk.
Menurut dia, warga paling mengkhawatirkan kondisi jembatan ketika lalu lintas sedang padat, terutama pada sore hari.
"Yang paling kami khawatirkan adalah kondisi jalannya saat macet. Takut jembatannya ambles atau patah. Apalagi usianya sudah puluhan tahun," ujar Asep saat ditemui Kompas.com.
Ia mengungkapkan, kerusakan jalan di atas jembatan juga pernah menyebabkan kecelakaan. Sekitar dua bulan lalu, seorang pengendara sepeda motor terjatuh ke aliran kali setelah melintasi bagian jalan yang rusak.
"Untungnya korban masih selamat dan cuma luka ringan. Waktu itu juga langsung ditolong warga," kata dia.
Asep menambahkan, bagian samping jembatan juga mulai mengalami keropos. Bahkan, getaran kendaraan bertonase besar yang melintas kerap terasa hingga ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi.
"Kalau dilalui mobil gede itu terasa getarannya sampai ke rumah sini," ujarnya.
Baca juga: Penampakan Ruko Diduga Jadi Tambang Bitcoin di Bekasi, Ruangan Dibuat Labirin
Keluhan serupa disampaikan warga Desa Sukajaya, M. Muslim (48). Menurut dia, kerusakan jembatan sebenarnya sudah terjadi sekitar 10 tahun dan terus dikeluhkan masyarakat karena volume kendaraan yang melintas semakin meningkat.





