Jakarta, VIVA – Perseteruan antara Aldi Taher dan Daniel Baskara Putra, musisi yang dikenal dengan nama panggung Hindia sekaligus vokalis grup musik .Feast, tengah menjadi sorotan publik. Polemik ini bermula dari sebuah unggahan di media sosial X yang kemudian memicu perdebatan luas hingga menyeret nama Aldi Taher.
Aktor sekaligus penyanyi tersebut secara terbuka melayangkan kritik kepada Baskara Putra. Bahkan, Aldi menantang sang musisi untuk berdiskusi atau berdebat secara terbuka serta meminta Baskara menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya yang dianggap menyinggung profesi kameramen.
Lantas, bagaimana awal mula perseteruan Aldi Taher dan Baskara Putra? Berikut kronologinya.
Berawal dari Cuitan Baskara Putra di Media Sosial
Awal konflik terjadi setelah sebuah video konser beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, seorang kameramen terlihat menyorot penonton yang mengangkat layar ponsel dengan tulisan, "Jadi apapun asal jangan jadi boti."
Video itu kemudian mendapat perhatian dari Baskara Putra. Melalui akun media sosial X, ia justru mengkritik tindakan kameramen yang dianggap sengaja menampilkan tulisan tersebut ke layar.
"Kameramen juga ngapain nyorot ginian. Katrok," tulis Baskara, dikutip Minggu 5 Juli 2026.
Unggahan tersebut dengan cepat menjadi viral dan memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Sebagian menilai komentar Baskara sebagai bentuk kritik terhadap proses produksi konser, sementara sebagian lainnya menganggap penggunaan kata "katrok" berpotensi merendahkan pihak tertentu, khususnya profesi kameramen. Polemik yang terus berkembang akhirnya menarik perhatian Aldi Taher.
Aldi Taher Minta Baskara Putra Menyampaikan Permintaan Maaf
Menanggapi ramainya perbincangan tersebut, Aldi Taher secara terbuka menyampaikan keberatannya terhadap pernyataan Baskara. Menurutnya, ucapan itu dapat dipersepsikan sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi kameramen.
Aldi bahkan mengaku siap mewakili para kameramen untuk meminta klarifikasi maupun pertanggungjawaban dari Baskara.
"Buat Baskara ya, ayo cari piala kehidupan lu. Beberapa kali lu udah blunder. Dulu lu udah pernah say sorry, sekarang juga say sorry. Atau kalau lu merasa prinsip lu benar, ayo debat sama gua," kata Aldi Taher.
Ia juga menilai sebagai figur publik, setiap pernyataan yang disampaikan di ruang publik memiliki dampak besar sehingga harus dipertimbangkan dengan matang.





