jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI Dapil Papua Tengah Komarudin Watubun menyerukan penegakan hukum yang adil menyikapi dua insiden kekerasan di Bumi Cenderawasih yang menewaskan seorang ibu dan pilot.
Menurutnya, negara harus hadir memberikan perlindungan ke seluruh warga negara.
BACA JUGA: Soal Pesawat Dibakar dan Pilot Ditembak, Legislator Singgung Peningkatan Pengamanan
"Menjamin ruang dialog yang aman, menegakkan hukum secara adil, serta memastikan masyarakat Papua dapat bersekolah, bekerja, beribadah, dan menjalani kehidupan dengan rasa aman serta penuh harapan," kata Bung Komar, sapaan Komarudin Watubun dalam keterangan pers, Minggu (5/7).
Diketahui, seorang ibu hamil meninggal dunia diduga menjadi korban penembakan saat terjadi kontak tembak antara aparat keamanan dan TPNPB-OPM di Intan Jaya, Papua Tengah, Kamis (2/7).
BACA JUGA: Inflasi Tahunan Juni 2026 Sentuh 3,34 Persen, Papua Pegunungan Tertinggi
Pada hari yang sama, TPNPB-OPM mengeklaim sebagai pihak penembak pilot berpaspor AS Nicholas F. Gosselin.
Nicholas menjadi pilot pesawat milik PT AMA Air yang dibakar di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
BACA JUGA: Pemerintahan Prabowo Bakal Tambah PLBN, Fokus Pembangunan di Papua dan Kalimantan
TPNPB-OPM mengatakan perintah penembakan muncul karena ultimatum larangan terbang pesawat sipil di Papua telah dilanggar.
Merespons sejumlah kejadian tersebut, Bung Komar mengajak seluruh pihak menyetop kekerasan, karena hal demikian menghambat kemajuan Papua.
"Kekerasan tidak akan pernah menjadi jalan keluar, yang lahir dari kekerasan hanyalah penderitaan yang semakin panjang," ujar legislator Komisi II DPR RI itu.
Selain itu, Bung Komar juga mengajak para tokoh adat, agama, perempuan, pemuda, pemerintah daerah, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat ruang dialog.
"Papua memiliki modal sosial dan budaya yang kuat untuk menyelesaikan berbagai persoalan melalui musyawarah, saling menghormati, dan semangat persaudaraan. Nilai-nilai tersebut harus terus kita hidupkan sebagai fondasi membangun perdamaian yang berkelanjutan," tambahnya.
Sebagai wakil rakyat Papua di DPR RI, Bung Komar menegaskan komitmennya memperjuangkan kebijakan yang berpihak ke kepentingan rakyat.
Dia juga siap mendorong pemerintah menghadirkan penyelesaian konflik secara menyeluruh melalui penegakan hukum yang adil, perlindungan masyarakat sipil, pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, serta pembukaan ruang dialog yang konstruktif, aman, dan bermartabat.
"Papua tidak boleh terus diwariskan sebagai tanah konflik, yang harus kita wariskan ke generasi muda Papua adalah kedamaian, keadilan, pendidikan yang berkualitas, kesempatan untuk hidup sejahtera, dan harapan akan masa depan yang lebih baik," tutupnya. (ast/jpnn)
Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Aristo Setiawan




