-
-
-
-
-
Masih beredar dengan luas di masyarakat, berbagai kepercayaan dan pantangan kepada seorang ibu yang mengandung. Salah satunya sebuah kepercayaan, yang tegas melarang seorang ibu hamil, untuk mengonsumsi air dingin. Alasannya pun bermacam-macam, ada yang menyebut janin jatuh sakit, hingga yang meyakini air dingin dapat membuat bayi lahir dengan ukuran yang terlalu besar.
Menanggapi semua itu, praktisi kesehatan masyarakat dr. Ngabila Salama pun coba meluruskan informasi yang ada. Dalam segmen "Weekend Sehat bersama dr. Ngabila" acara podcast Special Interview yang tayang di kanal Youtube Cumicumi, ia menjelaskan bahwa semua itu hanyalah mitos belaka. Menurutnya, konsumsi air dingin sama sekali tidak berpengaruh terhadap kondisi janin maupun berat badannya kelak.
"Banyak mitos-mitos sih. Kayak misalnya enggak boleh minum air es, nanti bayinya gendut, bayinya sakit, enggak ada! Air biasa, air es, air putih aman... enggak ada beda-bedanya" ujar dr. Ngabila, dalam video yang diunggah pada hari Sabtu (04/06/26)
Sejatinya, dr. Ngabila mengatakan bahwa faktor yang memengaruhi berat badan janin bukanlah suhu air yang diminum, tetapi pola makan ibu secara keseluruhan. Baik air dingin, air es, maupun air biasa, semuanya tetap boleh dinikmati ibu hamil tanpa perlu khawatir, selama air tersebut bersih dan aman dikonsumsi.
Baca Juga: Kiat Sehat di Pancaroba Ala dr. Ngabila: Segelas Air Putih Setelah dan Sebelum Sholat
Ya, walau membantah mitos soal suhu air minum ibu, dr. Ngabila tetap mengingatkan bahwa ada kondisi tertentu yang tetap perlu diperhatikan. Terlebih, pada trimester pertama kehamilan. Momen di mana, organ-organ janin baru mulai terbentuk sehingga ibu hamil disarankan lebih selektif memilih makanan. Kekhawatiran utama di balik anjuran ini adalah risiko infeksi seperti toksoplasma, yang bisa berasal dari makanan mentah atau kurang higienis. Bukan jenis makanannya semata yang menjadi masalah, melainkan kebersihan pengolahan dan penyajiannya.
"Mungkin yang agak harus dihindari di trimester awal 12 minggu pertama kan itu organ-organ masih sedang terbentuk misalnya seperti hindari makanan-makanan jorok ataupun mentah seperti sushi misalnya ya. Tapi kalau sushinya di restoran yang bagus hygienya enggak apa-apa"
Melalui kesempatan ini, dr. Ngabila seperti mengingatkan, bahwa banyak pantangan yang beredar di masyarakat sebenarnya tidak berdasar secara medis, seperti larangan minum air dingin. Padahal, yang perlu menjadi perhatian ibu hamil adalah kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi, terutama di masa-masa awal kehamilan saat organ janin sedang terbentuk.
Melalui pemahaman mana mitos dan mana fakta, ibu hamil diharapkan bisa lebih tenang menjalani kehamilan tanpa terbebani pantangan yang tidak perlu, namun tetap waspada terhadap risiko yang nyata seperti infeksi dari makanan yang kurang higienis.





