Trump Pidato di Kemerdekaan AS, Tegaskan Agenda Politik dan Nasionalisme

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memanfaatkan pidato peringatan Hari Kemerdekaan AS untuk mempertegas agenda nasionalisme pemerintahannya. Pada perayaan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat itu, dia menyampaikan sejumlah pesan politik melalui pidato yang berlangsung sekitar 40 menit di National Mall, Washington DC, Jumat (4/7/2026) waktu setempat.

Mengutip laporan dari The New York Times, pidato Trump sempat tertunda akibat badai petir yang melanda ibu kota AS. Namun, Trump memastikan acara tetap berlangsung dan akhirnya tampil di hadapan ribuan warga yang bertahan menunggu hingga larut malam.

"Sekalipun harus berbicara di depan satu orang pada pukul empat pagi, saya tetap akan datang," ujar Trump.

Sepanjang pidato, Trump mengangkat sejarah berdirinya Amerika Serikat, perjuangan para pendiri bangsa, serta kisah sejumlah penerima Medal of Honor dan veteran perang yang disebut sebagai simbol pengorbanan bagi negara.

Salah satu tokoh yang disorot ialah Sersan William Harvey Carney, prajurit Union pada Perang Saudara Amerika yang menjadi warga Afrika-Amerika pertama penerima Medal of Honor setelah menyelamatkan bendera Amerika dalam pertempuran.

Trump juga menghadirkan sejumlah veteran perang ke atas panggung serta memamerkan beberapa bendera bersejarah, termasuk bendera yang diklaim pernah berkibar di Jembatan Brooklyn dan bendera yang disebut dikibarkan saat pasukan Inggris menyerah di Yorktown pada Perang Revolusi Amerika.

Baca Juga

  • Trump Raup Lebih dari US$1 Miliar dari Bisnis Kripto, Konflik Kepentingan Disorot
  • Trump Ancam Tarif 100% ke Negara-negara yang Pajaki Perusahaan Digital AS
  • Kesepakatan AS-Iran Picu Polemik Baru, Senator Desak Trump Serahkan MoU ke Kongres

"Karena para pahlawan seperti mereka ini, bendera kita akan selalu menjadi simbol kebebasan dan keadilan bagi semua," kata Trump.

Meski lebih banyak berisi narasi sejarah dan patriotisme dibanding rapat umum politik yang biasa digelarnya, Trump tetap menyisipkan sejumlah agenda politik pemerintahannya.

Dia kembali menyinggung komunisme, rencana perubahan sistem pemilu federal, hingga mengklaim Amerika Serikat menjunjung tinggi kebebasan berbicara, kebebasan beragama, dan kesetaraan di depan hukum.

Singgung Era Keemasan Amerika

Pidato tersebut juga menjadi panggung bagi Trump untuk memperkenalkan narasi "golden age of America" atau era keemasan Amerika yang menjadi salah satu tema utama pemerintahannya.

Trump mengatakan Amerika Serikat akan memasuki babak baru menjelang peringatan 250 tahun kemerdekaan negara itu pada 2026.

"Ini baru permulaan dari era keemasan Amerika. Kami akan membawa negara kami ke tingkat yang lebih tinggi. Kami akan menjadikannya lebih besar, lebih baik, lebih kuat, dan akan semakin mencintainya," ujar Trump, seperti dilansir CNN International.

Pidato Hari Kemerdekaan tahun ini menjadi salah satu penampilan publik utama Trump sejak kembali menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, dengan penekanan pada persatuan nasional, patriotisme, serta ambisi membawa Amerika Serikat memasuki fase baru menjelang perayaan dua setengah abad kemerdekaannya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Raffi Ahmad Dihujat Usai Asistennya Jadi Komisaris, Amy Qanita Curhat Cara Hadapi Masalah
• 2 jam lalutabloidbintang.com
thumb
40 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi Oktober 2026
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wanita di Sleman Sudah 16 Hari Hilang, Sempat Pamit Kerja ke Suami-Anak
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Uni Eropa Denda Google Rp 84,3 T: Paksa Brand HP Android Pasang Search & Chrome
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Prediksi 15 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Dipanggil John Herdman ke Piala AFF 2026, Ragnar Masuk?
• 1 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.