REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU) memandang program manasik kesehatan yang digulirkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) dapat menjadi bagian penting dalam pembinaan calon jamaah haji.
Ketua Umum FK KBIHU Manarul Hidayat mendukung langkah tersebut mengingat kesehatan merupakan salah satu aspek mendasar dalam pemenuhan syarat kemampuan (istitha'ah) untuk menunaikan ibadah haji.
Baca Juga
Gelar Rakernas Evaluasi Haji 2026, Kemenhaj Bahas Rekrutmen Petugas Hingga Istithaah Kesehatan
Komisi VIII Minta Pengetatan Syarat Kesehatan Haji Tahun Depan Diterapkan Serius
Menhaj: Antrean Haji Bisa Dipangkas Lagi Jika Kuota Jamaah RI Bertambah
"Yang dimaksud istitha'ah itu bukan hanya soal uang, tetapi juga bagaimana kondisi kesehatan. Jadi, kesehatan sangat prinsip dalam masalah ibadah haji," kata Manarul Hidayat, Jumat (3/7/2026).
Menurut dia, penguatan pembinaan kesehatan sejak sebelum keberangkatan diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia berharap pada musim haji mendatang semakin banyak jamaah yang berangkat dalam kondisi fisik yang lebih prima sehingga dapat menjalankan rangkaian ibadah secara mandiri.
"Kalau kesehatannya baik, pembimbing menjadi lebih fokus menjalankan tugasnya sebagai pembimbing, bukan pendorong," kata Manarul.
Di sisi lain, ia menilai upaya pemerintah mempercepat masa tunggu keberangkatan haji di sejumlah daerah turut menjadi langkah positif untuk mengurangi proporsi jamaah yang berangkat pada usia lanjut (lansia).
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)