YOGYAKARTA, iNews.id – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghadirkan inovasi pengabdian masyarakat bertaraf internasional untuk memperkuat kemandirian ekonomi perempuan diaspora Indonesia di Malaysia. Tidak sekadar memberikan pelatihan biasa, program ini mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) demi mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Program bertajuk Sustainable AI-Driven Assistance for Strengthening Psychological and Financial Well-Being to Promote Economic Self-Reliance among Indonesian Women Diaspora in Malaysia ini diinisiasi oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UNY bersama Pusat Unggulan IPTEKS (PUI) Green Technology & Artificial Intelligence UNY.
Bekerja sama dengan Ketua PCI Muslimat NU Malaysia, Mimin Mintarsih, kegiatan edukasi teknologi ini digelar di Markaz PCINU Malaysia, Kuala Lumpur, Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga:Pohon Tumbang Timpa Truk Kontainer di Karawang, Sopir dan Penumpang TewasKetua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Prof. Wawan Sundawan Suherma, mengatakan program ini dirancang khusus untuk menjawab persoalan nyata yang dihadapi perempuan diaspora Indonesia, khususnya para pekerja migran dan pelaku usaha rumahan di Negeri Jiran.
"Program ini bukan hanya meningkatkan kemampuan mengelola keuangan, tetapi juga memperkuat kesehatan psikologis dan memanfaatkan teknologi AI agar para perempuan diaspora memiliki kemandirian ekonomi yang berkelanjutan," ujar Prof. Wawan dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).
Prof Wawan menegaskan, program internasional ini selaras dengan empat target utama SDGs global, yaitu SDGs 1 tanpa kemiskinan, SDGs 4 pendidikan berkualitas, SDGs 5 kesetaraan gender dan SDGs 17 kemitraan untuk mencapai tujuan
Mengenal Platform AID-Well Berbasis AIDalam pelaksanaannya, para peserta memperoleh pelatihan bertema "Keuangan Keluarga yang Sehat dan Berdaya" sebagai bagian dari program pendampingan selama satu tahun penuh.
Seluruh proses ini didukung oleh platform digital inovatif bernama AI-Diaspora Wellness & Finance (AID-Well). Platform ini mengintegrasikan layanan kesehatan psikologis, literasi keuangan, hingga perencanaan usaha yang semuanya berbasis AI.
Baca Juga:Kecelakaan Maut di Bekasi, Kurir Paket Tewas jadi Korban Tabrak Lari Truk KontainerPeserta yang datang dari wilayah Kuala Lumpur, Selangor, hingga Johor Bahru dibekali berbagai strategi finansial praktis oleh pemateri Hilmy Pradana Sundawan, di antaranya memisahkan dengan tegas keuangan keluarga dan keuangan usaha. Alokasi anggaran untuk kebutuhan, keinginan, dan tabungan dan prinsip "bayar diri sendiri lebih dulu" untuk tabungan masa depan.
Ke depan, seluruh peserta akan didampingi langsung menggunakan fitur AI Financial Planner pada platform AID-Well untuk membantu pencatatan keuangan digital dan pengambilan keputusan finansial yang lebih presisi.
Program berdampak ini melibatkan tim lintas disiplin UNY yang terdiri atas Prof Wawan Sundawan Suherma, Dr Indra Febrianto, Hilmy Pradana Sundawan, Arum Suryaningtyas, serta melibatkan lima mahasiswa UNY.
Prof Wawan menargetkan sedikitnya 75 persen peserta mampu menggunakan pencatatan keuangan digital secara rutin, dan 60 persen di antaranya berhasil memisahkan keuangan pribadi serta usaha dalam tiga bulan pertama pendampingan.
Baca Juga:Lawan Diabetes, Pedagang Garam di Pasuruan Sangat Terbantu Program JKNMelalui kolaborasi internasional antara UNY dan PCI Muslimat NU Malaysia, program ini diharapkan dapat menjadi role model (percontohan) pemberdayaan diaspora Indonesia di berbagai negara lain. Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa inovasi perguruan tinggi tanah air mampu memberikan kontribusi nyata di kancah dunia.
#yogya




