TANGERANG, KOMPAS.com - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat meminta bupati dan wali kota di seluruh Indonesia menyiapkan langkah mitigasi kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA) selama musim kemarau.
Hal ini dilakukan untuk mencegah kejadian seperti kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, kembali terulang.
Ia menegaskan, pemerintah daerah harus memastikan kesiapsiagaan di TPA masing-masing.
Baca juga: Seorang Pria di Bogor Mengamuk, Tiba-tiba Rusak Kaca Rumah dan Motor Warga
"Pastikan persiapan-persiapan menghadapi kemarau panjang ini. Jangan lagi ada orang yang merokok misalnya di sekitar TPA. Kemudian pastikan juga pemadam kebakaran didekatkan ke situ. Dipastikan juga ada sumber air, karena ada pemadam kebakaran kalau enggak ada sumber air juga percuma," katanya saat ditemui di TPA Jatiwaringin, Minggu (5/7/2026).
Menurut dia, penyediaan sumber air dapat dilakukan sejak awal sebagai langkah mitigasi apabila terjadi kebakaran.
"Misalnya kita gali lubang di situ pakai terpal begitu, kemudian air itu diisi di situ, itu sebagai bentuk mitigasi kalau ada apa-apa," ujarnya.
Selain itu, Jumhur menyebut Kementerian Lingkungan Hidup telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh pemerintah daerah terkait langkah-langkah menghadapi musim kemarau panjang.
"Jadi secara resmi Kementerian LH sudah mengeluarkan surat edaran langkah-langkah apa yang harus dilakukan bagi seluruh bupati dan walikota di Indonesia tentang sikap menghadapi El Nino atau musim kering, musim panas yang panjang ini. Ya, jadi ini saya rasa itu sangat perlu diperhatikan dengan sesungguh-sungguh," tambah dia.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun kondisi kebakaran di TPA Jatiwaringin mulai berkurang, potensi kebakaran masih bisa terjadi jika cuaca panas berlangsung terus-menerus.
Baca juga: Jembatan CBL Bekasi Rusak Parah Lebih dari 10 Tahun, Warga Khawatir Ambles Saat Macet
"Apalagi kalau kita tidak waspada begitu ya. Nah, karena itu sekali lagi, pastikan mitigasi persiapan dari awal di daerah TPA di mana pun harus baik," tambah dia.
Untuk diketahui, kebakaran di TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6/2026) siang.
Proses pemadaman terus dilakukan menggunakan armada pemadam kebakaran dari darat.
Selain itu, helikopter juga dikerahkan untuk melakukan water bombing untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses kendaraan pemadam.
Jumhur mengungkapkan, luas area kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, yang sebelumnya mencapai 15 hektar kini tinggal 3,6 persen dari total area yang terbakar.
"Tadi presentasi dari teman-teman di lapangan, tadinya sekitar 70 persen daerah ini (area kebakaran TPA Jatiwaringin) membara, kemudian secara bertahap, kerja keras, (api) dimatikan, diberi air dari bawah, disuntik ke bawah, dari atas helikopter jalan terus pemadam kebakaran dan sebagainya. Maka sekarang tinggal 3,6 persen," jelas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




