Jakarta: Jurnalis Metro TV, Mahmud Ihsan Fauzi, mengungkap momen haru yang dialami selama 77 hari bertugas sebagai petugas haji di Tanah Suci. Pengalaman tersebut dirasakan saat menjalankan tugas pelayanan dan pendampingan jemaah haji pada musim haji 2026.
“Kalau kita sih selama jadi petugas, fokusnya memberikan pelayanan terbaik aja bagi jemaah. Jadi sebagai petugas MCH itu harus membantu sosialisasi, edukasi kepada jemaah haji, memberikan sosialisasi terkait program-program Kementerian Haji dan Umrah kepada jemaah haji, membantu publikasi yang terkait dengan pelayanan jemaah haji kepada masyarakat. Poinnya adalah untuk memastikan seluruh proses pelaksanaan ibadah haji ini bisa berlangsung aman dan lancar,” kata Fauzi kepada Metrotvnews.com, Minggu, 5 Juni 2026.
Ia menambahkan, tugas tersebut juga mencakup upaya memberikan rasa tenang kepada keluarga jemaah di Tanah Air. Caranya dengan memastikan informasi dari Tanah Suci tersampaikan secara jelas dan akurat.
Baca Juga :
Jurnalis Metro TV Raih Penghargaan Petugas Haji Terbaik 2026“Jadi keluarga yang ada di rumah merasa aman karena mengetahui informasi yang ada di Tanah Suci,” ujarnya.
Fauzi bekerja dalam tim di tiga daerah kerja (daker), yakni Makkah, Madinah, dan Bandara. Ia menyebut kekompakan tim menjadi faktor penting dalam kelancaran penyampaian informasi selama pelaksanaan ibadah haji.
“Jadi kita kerja sama tim di tiga daker. Jadi Daker Makkah, Madinah, sama Bandara. Jadi ketiga tim ini saling support,” ucapnya.
Salah satu momen paling berkesan terjadi saat dirinya bertugas di Mina pada puncak ibadah haji. Ia menyebut fase tersebut sebagai yang paling berat karena banyak jemaah yang harus berjalan jauh dalam kondisi fisik terbatas.
“Yang paling berkesan itu waktu kita tugas di Mina. Jadi puncak ibadah haji saat di Mina. Jadi fase terberat ibadah haji itu kalau menurut saya ada di Mina,” ungkapnya.
Fauzi juga banyak membantu jemaah yang tersesat dan kelelahan hingga kembali ke tenda masing-masing. Ia mengaku mendampingi jemaah dari pagi hingga malam selama puncak ibadah haji berlangsung.
“Jadi saya itu seharian nganterin jemaah haji dari pagi sampai malam. Jadi nganterin jemaah yang tersesat, kelelahan, itu mendampingi sampai ke tenda-tenda mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, momen paling mengharukan terjadi ketika jemaah menangis haru setelah berhasil kembali ke tenda masing-masing. Ia pun ikut merasakan emosi yang sama saat melihat kebahagiaan jemaah.
“Bayangkan senangnya orang ketika sudah berjalan puluhan kilometer gak ketemu tendanya, kita anterin sampai depan tenda, mereka senangnya sampai nangis, Mbak,” tambahnya.
Piagam penghargaan yang diterima Jurnalis Metro TV Mahmud Ihsan Fauzi. (Dokumentasi/ Istimewa)
Selama bertugas di Arab Saudi, Fauzi menghadapi suhu ekstrem yang mencapai 40 hingga 44 derajat Celsius. Ia juga harus menjaga kondisi tubuh dengan asupan vitamin dan air mineral secara rutin.
Meski begitu, ia sempat mengalami kelelahan hingga harus mendapatkan perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah. Ia menjalani perawatan selama satu hari sebelum kembali bertugas setelah kondisi membaik.
“Jadi sempat drop, sempat opname, sempat dirawat karena kelelahan, terus mendapatkan perawatan satu hari di KKHI,” sahutnya.
Ia menegaskan seluruh pengalaman tersebut menjadi bagian dari pengabdian dalam melayani jemaah haji. Ia menyebut fokus utamanya memberikan pelayanan terbaik, bukan untuk mengejar penghargaan.




